27.1 C
Yogyakarta
18 July 2018
Beranda Sastra

Sastra

Puisi Yanu Faoji

Menggali Luka Lama Aku menemukan api amarah di gambang yang kau ketuk Bunyinya sumbang di apit telinga yang tuli Hanya tubuh terbalut selendang yang dapat mengartikan Dia menari...

Puisi Ben Sadhana

Sangkala Pagi merekah menebar asa Sepasangan paksi mencericit riang Janganlah pagi sempat berakhir Tatkala hati mendung menyongsong siang Siang panjang menguak tabir nasib Janganlah lega melepas siang Sebelum hati riang penuh...

Puisi Ade Novi

Kabar Kabut Sudah sembilan bulan ia tak bersajak Sejak langit terlihat terlalu biru Sehingga tak ada sesuatu yang baru Yang bisa dijadikannya larik-larik menarik "aku mau langit berwarna coklat!"...
Hardho Sayoko

Puisi Hardho Sayoko SPB

Elegi Dari Balik Kaki Langit Senantiasa kidung dari seberang merdu mengalun terbawa kesiur angin gemercik air di kelok sungai yang tebingnya berbaris rumpun bambu setelah musim penghujan...
Marlin Dinamikanto

Puisi Marlin Dinamikanto

Biarkan Rindu Biarkan rindu liar membelukar Kelak kujadikan taman nasional Memelihar agajah dan orang utan Agar cinta berkarib kehidupan Biarkan rindu riang berenang Di tepian pantai yang buas Menitip cinta pada...

Puisi Raditya Andung Susanto

Aku Menikmati Kopi di Negeri Sendiri Pada suatu pagi yang masih berselimut kabut Secangkir kopi bersanding dengan roti di tepi meja tua Lantas kunyalakan layar berukuran 21...

Puisi Indri Yuswandari

Kepada Senyap Kubungkam mulutku aku ingin selesai dengan kata-kata Kututup telingaku tak ingin mendengar suara-suara Dari segala gaduh tatap mata membunuh aku ingin jauh Kepada hening senyap aku ingin lenyap Tak ingin lagi bicara 30.11.2017 Menyisir Kabut Aku menyisir...

Puisi Sumanang Tirtasujana

Perahu Kertas Dipinggir danau biru, di antara bentangan lembah berwajah hijau pupus. Bunga bunga mekar menebar aromanya kabut seperti mengikat jiwaku, dari udara dingin dengan hatimu Kukenangkan kembali harum...

Puisi Waty Sumiati Halim

Menantikanmu Jerit peluit kereta senantiasa memacu semangatku, sejumput asa menyelinap ke bilik hati lalu menggantung di sudut jumpa kau jiwa kelana. Kepul asap lokomotif tua senantiasa memikat pandangku, sejumput...

Puisi Ely Widayati

Bukit Teriris Ketika resah mendesah Sukma bungkam terdiam tetes air bening mengalir di sungai lekuk pipi Mata menatap bukit yang teriris Angin melantunkan lagu – lagu penuh tangis Dan debu...

TERKINI