Puisi Yanti S Sastroprayitno

0
58

Tentangmu: Ria

Tentangmu adalah rindu paling haru
tangan mungil dalam genggaman
dan celoteh-celoteh tentang impian

Hamparan salju yang kau kirim dalam khayalan
mengantar kita pada gelak tawa  untuk mikoo chan dan tappei
atau shinici kudo dengan ran mouri
juga kenangan totto chan yang berlari menghampiri pak kobayashi

Silih berganti dengan kisah Ikal dan Arai yang hampir mati kedinginan di Edensor
Malam-malam penuh kesabaran hanya untuk menunggu senyum Vic Cou muncul di layar

Lalu tentang anak yang disuarakan Khalil Gibran
seperti melodi  mengalun sendu dalam setiap hela nafas
antara kekhawatiran dan harapan

Dan doa-doa yang tak letih terlantunkan
di atas bentang sajadah usang

Semarang, 5 April 2019

 

Selalu Ada Ruang

Ketika kita bertemu
entah nasib atau takdir
kukira kau dan aku tak pernah sedetikpun berpikir

Aku tak hendak membaca hatimu
karena kurasa tak perlu
dan tentang rasaku?

seperti perahu kertas yang hanyut di derasnya hujan
kubiarkan rapuh hancur dan tenggelam
tak perlu kukatakan padamu
betapa hadirmu serupa sihir yang memukau hidupku

Aku juga tak peduli
meski selalu ada ruang di hati
menyekap seluruh rasa
menghimpit dan memepatkan dada
namun tak ‘kan kubiarkan kau membukanya

Biar saja semua membeku
ditelan musim hingga ujung waktu

tak ada luka
tak ada kecewa

Cukuplah bagiku membiarkan ruang di hatiku
menyimpan bayangmu saja

Semarang, 29 April 2019

 

Ketika Rembulan Terang

Malam ini rembulan begitu terang
dulu kita akan saling berkabar
bergegas ke luar
untuk sekedar mendongakkan kepala
memastikan bahwa rembulan kita sama

Malam ini aku hanya ingin berbincang
tentang impian yang masih terbayang
meski hanya tinggal puing-puing
mungkin saja masih bisa kugapai

Ketika sayap-sayap tak lagi kupunya
bahkan raga kian merenta
hanya huruf-huruf ini menjadi tanda
bahwa jiwaku takpernah lelah mengembara

Suatu saat nanti
ingin aku berbincang lagi
tentang bulan yang masih berseri
ketika kau menjemputku di ujung mimpi

Semarang, 19 Juni 2019

 

Gadis Kecil Di Belantara Malam

Gadis kecil bermata sayu
tengadah menatap rembulan
di bawah temaram lampu taman
ketika kanak-kanak lain lelap dalam pelukan

Konten Terkait:  Mangsa Surya III Berakhir, Menjelang Musim Penghujan

Andaikan kau punya sepasang sayap
terbanglah tinggi ke pangkuan rembulan
lepaskan lelah penatmu
bermimpilah menari riang di langit biru

Tapi apalah daya
kefakiran telah mengaratkan rasa

Gadis kecil bermata sayu
melangkah lelah dengan tangan tengadah
tak dihiraukannya dingin malam menggigit sukma
demi ibunda yang menunggunya di balik rerimbunan bunga

Sampai kapankah kakimu kuat melangkah?

Semarang, 24 Juni 2019

 

Jika Aku Jatuh Cinta

Jika aku jatuh cinta
kusediakan hati seluas samudera
tersemai harapan dan jalinan kasih di dalamnya
hingga tak ada jeda untuk amarah dan dengki meraja

Boleh jadi suatu hari
apa yang kutangkap tak serupa dengan yang kau eja
tapi selalu ada resonansi yang kembali membuatnya senada

Seperti ketika senja menjelang
kita akan kehilangan mentari  pulang
tapi kerlip bintang  menggantikan dengan cemerlang

Ah…andai aku jatuh cinta
kuhamparkan dada setenang telaga
hingga saat semua sirna
tak akan ada luka dan air mata
sebab cinta telah mengendap di dasar jiwa

Semarang, 24 Agustus 2019

 

Yanti S Sastroprayitno
Yanti S Sastroprayitno

Yanti  S. Sastroprayitno, ibu dari empat anak ini lahir di Sragen, Jawa Tengah, 5 Februari 1969 dengan nama asli Sriyanti. Alumnus Kimia FMIPA UGM ini sekarang bekerja sebagai dosen di Departemen Kimia Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, Semarang.  Ia pernah menulis artikel wanita dan cerpen di Panjebar Semangat, Solopos dan Paras. Buku kumpulan puisi tunggal: Ketika Cinta Menunjukkan Wajahnya (2017), sedangkan antologi bersama di antaranya: Sang Peneroka (2014), Cinta Magenta (2015), Untuk Jantung Perempuan (2016), Kumpulan gurit Wanodya 1-3 (2017, 2018, 2019), Kumpulan Gurit Sakwijining Wektu Mengko (2019), Negeri Laut (DNP6/2015), Negeri Awan (DNP7/2017), Negeri Bahari (Dari Negeri Poci 8/2018), Negeri Pesisiran (DNP 9/2019), Perempuan di Ujung Senja (2017), Kepada Hujan di Bulan Purnama (2018), Menjemput Rindu di Taman Maluku (2018), Membaca Hujan di Bulan Purnama (2019), kumpulan Cerpen Semarangku-Semarangmu (2019), Kumpulan Cerpen Rumah Nin (2019), Kumpulan Puisi Penyair dan Rembulan (2019), dan Kepak Sayap waktu (2020).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here