Wilayah Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, makin terkenal di media sosial (medsos), karena di tempat itu terdapat objek wisata antara lain Hutan Pinus Becici, Hutan Pinus Pengger, dan tidak ketinggalan Watu Goyang Mangunan. Bahkan Hutan Pinus Becici pernah dikunjungi oleh Presiden Amerika Serikat ke-44, Barack Obama.

Sementara itu objek wisata Watu Goyang, yang terletak di sebelah timur Makam Imogiri sekitar 3 km, termasuk objek wisata baru. Namun demikian, Watu Goyang yang masuk wilayah pedukuhan Cempluk, Mangunan, Dlingo, Bantul, DIY ini sudah mulai dikenal dan dikunjungi oleh wisatawan, walaupun belum begitu banyak.

Gardu pandang yang ada di obyek wisata watu goyang Mangunan, Dlingo, Bantul, DIY-foto-suwandi
Gardu pandang yang ada di obyek wisata watu goyang Mangunan, Dlingo, Bantul, DIY-foto-suwandi

Watu Goyang, sesuai namanya, berupa dua batu besar di pinggir jurang. Kedua batu tersebut posisinya bertumpukan.  Nah, dikatakan Watu Goyang “batu bergoyang” karena batu yang di atas, kalau didorong dengan kuat pakai tangan akan bergoyang atau bergerak. Tentu sangat mengerikan. Tetapi jangan khawatir, batu tidak akan jatuh ke jurang, karena batu alasnya juga cukup besar, sehingga mampu menahan batu di atasnya.

Konon cerita, menurut keterangan Pak Suhardi, pengelola objek wisata itu, kisah watu goyang ini ada kaitannya dengan Sultan Agung ketika hendak membangun makam raja-raja di Imogiri. Alkisah, saat melemparkan tanah dari Arab ke Pulau Jawa, Sultan Agung merasa kesulitan menemukan tempat itu.

Pendopo yang bisa digunakan pengunjung saat berkunjung ke obwis watu goyang di Mangunan Bantul DIY-foto-suwandi
Pendopo yang bisa digunakan pengunjung saat berkunjung ke obwis watu goyang di Mangunan Bantul DIY-foto-suwandi

Kemudian, Sultan Agung terbantu oleh seekor burung rajawali besar sebagai petunjuk jatuhnya tanah yang dilempar kala itu. Ada empat tempat yang dihinggapi burung rajawali, sebelum menuju ke tempat calon makam raja Imogiri. Salah satunya adalah lokasi watu goyang itu. Ketika itu dari atas bukit, burung rajawali itu hinggap di sebuah batu besar. Dengan cepat Sultan Agung mencari hinggapnya burung rajawali itu.

Konten Terkait:  Toleransi Bagi Perupa Bagelen Jadi Teloransi

Ia kemudian sampai di sebuah batu besar yang dihinggapi oleh burung rajawali tersebut. Sesampai Sultan Agung di situ, ternyata burung rajawali terbang lagi ke bawah. Saat itulah, pijakan batu besar itu mengalami goncangan hebat, hingga akhirnya retak jadi dua, atas bawah dan ternyata kemudian batu itu bisa bergoyang atau bergerak.

Suasana lokasi obyek wisata watu goyang di daerah Mangunan, Dlingo, Bantul DIY-foto-suwandi
Suasana lokasi obyek wisata watu goyang di daerah Mangunan, Dlingo, Bantul DIY-foto-suwandi

Tentu menjadi pengalaman sensasi yang tak akan terlupakan oleh setiap pengunjung yang bisa menggoyangkan batu besar itu, walaupun hanya menurut kisah yang tentu belum jelas kebenarannya. Karena itu sebuah kisah yang turun-temurun.

Selain mengunjungi Watu Goyang, setiap pengunjung yang datang ke tempat ini akan dimanjakan dengan view yang sangat indah. Pengunjung bisa dengan lepas melihat indahnya daerah-daerah yang berada di bawahnya, seperti daerah Imogiri, Wukirsari, dan lainnya. Bahkan makam raja-raja Imogiri juga terlihat jelas, walaupun terlihat sangat kecil.

Fasilitas yang sudah tersedia di lokasi ini, selain tempat selfi, juga ada warung makan, pendopo, toilet, dan tempat parkir. Sampai saat ini, objek wisata tersebut masih terus dikembangkan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here