Pameran Hybrid Sphere berlangsung di Komunitas Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada 8 hingga 14 Februari 2020. Pameran ini merupakan kerja sama komunitas Salihara dengan Gyeonggi Creation Center (Korea Selatan) dan Arcolabs sejak tahun 2018. Pameran ini mengangkat konsep akulturasi budaya yang diamati oleh para seniman selama residensi (mukim sementara).

Karya-karya yang dipamerkan adalah hasil residensi selama dua bulan. Mereka mengembangkan karya-karya terbaru, selain berpindah secara geografis, para seniman juga melakukan workshop dan riset, hasilnya adalah berbagai karya berdasarkan mitos, gaya dan lingkungan hidup di Indonesia serta negara asal mereka. Tahun ini terpilih 4 seniman: Andrita Yuniza (Indonesia), Asyraf Said (Singapura), Mira Kim (Korea Selatan), dan Nicole Phua (Singapura).

Karya Andritan Yuniza di Pameran Hybrid Sphere foto - Salihara
Karya Andritan Yuniza di Pameran Hybrid Sphere foto – Salihara

Pameran ini memajang karya mulai dari drawing, found object, video, performance art dan lainnya. Pengunjung bisa berkenalan dengan karya-karya mereka, dan melihat bagaimana mereka menanggapi latar budaya yang berbeda lewat sebuah karya.

Andrita Yuniza asal Indonesia, namanya sudah cukup terkenal dengan karya-karyanya yang seringkali menyentil berbagai isu lingkungan. Baru-baru ini Andria memenangkan juara kedua Kompetisi Karya Trimatra Salihara 2019. Ia juga mendapatkan anugrah ‘Young Artist Award’ di gelaran Artjog 2019.

Nicole Phua dari Singapura, lewat karyanya berjudul ply.plat, mempertunjukkan ritual bagaimana memanggil hujan. Sama-sama dari Singapura, Asyraf Said akan memamerkan karya lukisnya. Selama ini lukisannya banyak mengangkat tema mahluk gaib, dan aktivitas paranormal.

Karya Video dan Instalasi Mira Kim Asal Korea foto - Salihara
Karya Video dan Instalasi Mira Kim Asal Korea foto – Salihara
Karya Lukis Asyraf Said dari Singapura foto - Salihara
Karya Lukis Asyraf Said dari Singapura foto – Salihara

Selama residensi di Indonesia ia riset dan banyak mewawancarai penduduk lokal tentang legenda urban dan mitos. Ia juga mencari tahu apa arti ‘penderitaan’ bagi mereka yang diwawancarai. Dalam pameran Asyraf akan melakukan aksi melukis spontan yang akan dilakukannya berkali-kali hingga menghasilkan sebuah karya baru.

Konten Terkait:  Orang yang Lahir pada Musim Ini Punya Sifat Senang Berkomentar

Mira Kim dari Korea Selatan memamerkan karya video dan instalasi. Ia juga banyak berkarya dengan medium kolase dan foto. Kali ini ia mencoba menggabungkan pengalaman fisik dengan lingkungan sosial. Ia banyak mengumpulkan gambar-gambar yang bersifat imaterial dan menggabungkannya dengan benda-benda temuannya seperti asap, daya magnetik dan lainnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here