Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) kembali digelar, yang tahun 2020 ini sudah sampai pada usia ke-15. PBTY digelar sebagai bentuk perayaan Hari Raya Imlek 2571 sekaligus juga untuk mengisi agenda budaya serta pariwisata Yogyakarta. Bukan hanya hasil atau produk kebudayaan Tionghoa saja yang ditampilkan dalam PBTY, namun juga produk kebudayaan lokal. Hal ini merupakan perwujudan nilai-nilai guyub rukun untuk mengukuhkan Jogja City of Tolerance.

Wakil Gubernur DIY, Sri Paku Alam X mengharapkan agar PBTY dapat menjadi media integrasi sosial untuk seluruh masyarakat Yogyakarta, juga bisa berkontribusi yang luas dalam hal ekonomi untuk mengurangi kesenjangan sosial.  PBTY kali ini juga diharapkan untuk mampu meningkatkan citra pariwisata Yogyakarta melalui kegiatan budaya, lebih meningkatkan informasi mengenai tradisi atau budaya Tionghoa kepada masyarakat dan kemudian membangun sikap toleransi bagi masyarakat, khususnya Yogyakarta.

Wagub DIY juga mengharapkan agar Tahun Tikus Logam melambangkan sesuatu yang mencerahkan jiwa, merekatkan persaudaraan dan harapan. Demikian isi sambutan Wagub DIY saat meresmikan PBTY XV di Titik Nol, Minggu malam, 2 Februari 2020.

Drumband dari Baladika Arhanud 15 dalam PBTY XV 2020-Foto-A.Sartono
Drumband dari Baladika Arhanud 15 dalam PBTY XV 2020-Foto-A.Sartono

Tri Kirana Muslidatun selaku Ketua Panitia PBTY menyampaikan bahwa PBTY tahun ini merupakan rangkaian acara yang diharapkan masyarakat, khususnya Kota Yogya. Kiranya hal itu dapat meningkatkan pemamahan dan penghargaan pada akulturasi budaya. Sekalipun memperingati Tahun Baru Imlek. PBTY tidak hanya menampilkan kesenian atau budaya Tionghoa saja melainkan juga budaya lokal.

PBTY XV 2020 ini mengangkat tema The Cultural Colors of Wonderful Indonesia (Warna-warni Budaya dalam Keindahan Indonesia). Penyelenggaraan PBTY dilaksanakan oleh JCACC (Jogja Chinese Art & Cultural Center) serta diampu oleh tiga paguyuban yakni Paguyuban Bhakti Putera, Hin An Hwee Koan, PSMTI DIY dan bekerja sama dengan Pemkot Yogyakarta, Pemda DIY. PBTY 2020 diselenggarakan mulai tanggal 2 – 8 Februari 2020.

Konten Terkait:  Peluncuran Antologi Puisi 23 Penyair
Liong Hoo Haap Hwee dalam PBTY XV 2020-Foto-A.Sartono
Liong Hoo Haap Hwee dalam PBTY XV 2020-Foto-A.Sartono

Puncak dari penyelenggaraan PBTY XV adalah acara Malioboro Imlek Carnival yang selalu ditunggu masyarakat Yogyakarta dan para wisatawan. Tidak mengherankan jika mereka rela menunggu dan menjejali sepanjang rute karnaval mulai Parkiran Abubakar Ali-Malioboro-Titik Nol Kilometer. Acara itu semakin memungkinkan masyarakat untuk mengenal akluturasi seni budaya Tionghoa dan Indonesia.

Sebenarnya ada banyak acara dalam PBTY XV 2020 yang diselenggarakan selama seminggu tersebut, di antaranya adalah Jogja Dragon Festival di Atrium Sleman City Hall (1/2), Malioboro Imlek Carnival di Malioboro-Titik Nol (2/2), dan Talent Show Koko Cici Jogja di Atrium Sleman City Hall (6/2).  Selain itu ada pula acara yang dipusatkan di Kampung Ketandan berupa Panggung Utama (2-8/2), Food Bazaar (2-8/2), Panggung Band (2-8/2), Wayang Potehi (2-8/2), Pameran Rumah Budaya (2-8/2), Lomba Karaoke Mandarin (3-4/2), Chinese Costum Competition (5/2), Mandarin Vocabulary Dictation Competition (6/2), Mandarin Song Vocal Group Competition (7/2), dan Grand Final Koko Cici Jogja (7/2).

Patung Tikus Emas diarak dalam PBTY XV menandai Tahun Tikus Emas dalam kalender Imlek-Foto-A.Sartono
Patung Tikus Emas diarak dalam PBTY XV menandai Tahun Tikus Emas dalam kalender Imlek-Foto-A.Sartono

Acara Malioboro Imlek Carnival diikuti oleh 12 kelompok, yakni Pemenang Jogja Dragon Festival, Drumband Baladika Arhanud 15, Tim Wushu DIY, The Biggest Reog, Tari Wanara, Maskot Shio Tikus, Koko Cici, Tarian Tibet, Tarian Long Di Gu Xiang, Tarian One Mission for The World, dan Liong Hoo Hap Hwee.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here