Mengenal Lebih Dekat Sistem Gotong Royong Masyarakat Pedesaan Maluku

0
37

Desa-desa di Maluku dikenal dengan nama negeri, dengan pimpinan yang disebut raja. Raja juga sekaligus sebagai kepala adat. Negeri-negeri di Maluku terletak di tepi pantai dan juga di daerah pedalaman/pegunungan. Penduduk Maluku terdiri dari penduduk asli (terutama yang berdiam di pedalaman) dan pendatang, misal dari Jawa, Bali, Irian, Sulawesi, Arab dan Cina. Penduduk asli umumnya bekerja sebagai petani dan nelayan. Sedangkan pendatang seperti Arab dan Cina pada umumnya menjadi pedagang.

Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan manusia lain. Hal inilah yang menjadikan mereka perlu bekerja sama atau gotong royong dalam hal-hal tertentu. Masyarakat Maluku, terutama yang tinggal di pedesaan masih kental rasa gotong royongya. Lebih-lebih bila masih satu negeri atau mempunyai ikatan persaudaraan. Kerja sama atau gotong royong juga dapat dilakukan antarnegeri tentu saja dengan syarat-syarat tertentu.

Bagi masyarakat Maluku kerja sama atau gotong royong dapat dilakukan dalam berbagai bidang, baik ekonomi, kemasyarakatan, maupun kepentingan daerah/negara. Misalnya dalam bidang ekonomi. Mereka bergantian mengerjakan sawah, ladang, kebun atau bekerja sama dalam menangkap ikan. Bagaimana cara mereka membagi hasil tentu saja berdasarkan kesepakatan. Kerja sama di bidang kemasyarakatan. Semisal ada kelahiran, pernikahan, kematian, membuat tempat tinggal, terkena musibah dan lain-lain. Dalam peristiwa ini mereka tidak segan-segan keluar biaya, barang, waktu, pemikiran maupun tenaga.

Hal-hal tersebut ada yang gratis tetapi ada juga yang diperhitungkan sebagai ‘utang’. ‘Pembayaran’ dilakukan ketika ada peristiwa yang sama pada orang yang sebelumnya telah membantu. Gotong royong untuk kepentingan daerah/negara misalnya pembuatan jalan. Selain untuk kepentingan negara, jalan juga untuk kepentingan masyarakat.

Hasil dari gotong royong ini berbentuk benda/fisik dan non benda/non fisik. Yang berbentuk benda semisal bangunan rumah dan jalan yang semakin bagus. Yang berupa nonfisik, misalnya pembentukan mental dan karakter, bertambah eratnya solidaritas, toleransi, pengorbanan, cinta dan lain sebagainya.

Konten Terkait:  Roda Bergerigi di Museum Kereta Api Ambarawa
Gotong Royong
Gotong Royong

Judul: Sistem Gotong Royong dalam Masyarakat Pedesaan Daerah Maluku
Penulis: J. Mailoa, dkk
Penerbit: Depdikbud, 1979/1980, Jakarta
Bahasa: Indonesia
Jumlah halaman: vii + 148

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here