Di samping pementasan rutin  Kethoprak Mataram Milenial atau sering juga disebut Kethoprak Rebon (pentas setiap Rabu malam), Dinas Kebudayaan DIY juga menyelenggarakan pentas rutin Dagelan Mataram pada Rabu terakhir di setiap bulan sepanjang tahun 2020 ini. Pentas perdana Dagelan Mataram kontemporer dilaksanakan pada Rabu malam, 29 Januari 2020. Semua pementasan akan dilaksanakan di Gedung Societet Militer kompleks Taman Budaya Yogyakarta.

Namun, melihat gelagat bahwa penonton akan membludak, maka pementasan dipindahkan di Gedung Concert Hall pada kompleks yang sama dengan kapasitas yang jauh lebih besar. Animo penonton untuk menyaksikan pentas perdana Dagelan Mataram memang luar biasa. Ruang Concert Hall tidak mampu menampung penonton. Lorong dan lantai di depan panggung pun penuh penonton yang rela duduk lesehan. Hal ini menjadi bukti bahwa masyarakat Yogyakarta memang merindukan (haus) tontonan atau seni pertunjukan yang menyegarkan, menggembirakan, cerdas, menginspirasi, dan menghibur.

Adegan Klithih dalam Dagelan Mataram lakon Hantu Emoh Korupsi-Foto-a.sartono
Adegan Klithih dalam Dagelan Mataram lakon Hantu Emoh Korupsi-Foto-a.sartono

Indra Tranggono selaku sutradara pementasan Dagelan Mataram dengan judul Hantu Emoh Korupsi dalam sambutannya menyatakan kegembiraannya karena penonton sebagian besar adalah anak-anak muda yang menjadi bukti bahwa generasi muda Yogyakarta tetap mencintai kebudayaannya sendiri. Selain itu Indra Tranggono juga menyampaikan bahwa Degelan Mataram merupakan salah satu entitas kebudayaan Yogyakarta sekaligus menjadi tontonan alternatif. Keberadaannya wajib untuk terus dipelihara dan dikembangkan.

Ia juga menyampaikan bahwa untuk tahun 2020 ini akan ada 11 kelompok yang berbeda-beda yang akan tampil sebulan sekali.  Akan ada dua jenis Dagelan Mataram, yakni kontemporer dan klasik. Jenis atau penggolongan ini dimaksudkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dengan segmen yang berbeda-beda. Dengan demikian diharapkan baik generasi tua maupun kalangan anak muda sama-sama mendapatkan sajian seni pertunjukan yang menghibur.

Konten Terkait:  Membatik untuk Negri di Hari Batik Nasional
Sugeng Iwak Bandeng sebagai Hantu Anyaran dan Aldo Iwak Kebo sebagai Hantu Lawasan-Foto-a.sartono
Sugeng Iwak Bandeng sebagai Hantu Anyaran dan Aldo Iwak Kebo sebagai Hantu Lawasan-Foto-a.sartono

Pentas perdana ini merupakan kolaborasi pelawak se-DIY dan SDM potensial terhadap hal itu. Pelawak-pelawak yang terlibat dalam pentas perdana ini di antaranya adalah Sugeng Iwak Bandeng, Aldo Iwak Kebo, Rio Srundeng, Wisben Antoro, Dalijo Angkring, Joned, Novi Kalur, Gita Gilang, Ari Purnama, Tere Sothil Wulandari, Tuminten, Hari Mona Ratu, dan Jumitri.

Lakon Hanti Emoh Korupsi menceritakan tentang Hantu Anyaran (Sugeng Iwak Bandeng) dan Hantu Lawasan (Aldo Iwak Kebo). Hantu Anyaran protes karena ia mati oleh ulah bosnya (Ari Purwanto). Hantu Anyaran dibunuh karena dulu ia merupakan anak buah Bos Ari yang mengerjakan pembuatan sebuah jembatan.

Hantu Anyaran (Sugeng) diminta menggelembungkan anggaran tetapi tidak mau sehingga ia dibunuh oleh Bos Ari. Istri Sugeng yang jadi janda pun hendak diambil oleh Boss Ari sebagai istrinya. Hasrat Sugeng untuk membalas kelakuan Bos Ari mendapat dukungan Hantu Lawasan (Aldo). Sebelum melaksanakan niatnya keduanya sempat mengusir (menakut-nakuti) kelompok klithih yang membuat onar.

Para pemain Dagelan Mataram lakon Hantu Emoh Korupsi di TBY-Foto-a.sartrono
Para pemain Dagelan Mataram lakon Hantu Emoh Korupsi di TBY-Foto-a.sartrono

Adegan demi adegan terbangun dengan stamina dan ping-pong dialog dan lakuan visual yang sarat dengan kelucuan dengan mengolah penjungkirbalikan logika dan keumuman, asosiasi, dan plesetan. Kecerdasan, kenakalan, dan ketotalan sangat dibutuhkan, karena dengan hal itu letupan dan dentuman kelucuan itu bisa ditembakkan. Toleransi dan kepekaan untuk mendukung pemain satu dengan yang lainnya juga sangat diperlukan. Sajian perdana ini dapat dikatakan sukses besar dengan membludaknya penonton sekaligus gemuruh gelak tawa dan tepuk tangan penonton di hampir sepanjang pertunjukan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here