Puisi Suyitno Ethex

0
64

Tegang

Tenang, kau tak usah tegang, santai saja
aku hanya ingin memastikan semata
apakah kau benar-benar cinta

Uh, kau menghela dan menahan nafas
tatkala tanganku meraba sesuatu
yang ada ditubuhmu

Kau diam dan tegang menahan sesuatu

Aku bilang apa, kau tak usah tegang
aku hanya ingin tahu saja
apakah kau benar-benar cinta

Kau diam memandangku
sorot matamu begitu tajam
dan pluk, aku pun jadi tegang
karena kau tiba-tiba menyerang
mendaratkan ciuman

Mojokerto, 22.9.2019

Tak

Tak usah kau ragu atau malu
katakan saja apa maumu
sebelum kau berubah pikiran
apa yang kau inginkan

Selagi aku mampu
apa yang kau mau
aku akan memberimu

Tak perlu kau segan segala
katakan saja apa yang kau pinta
asal jangan meminta
revisi cinta

Biarlah cinta yang ada
apa adanya

Mojokerto, 22.9.2019

Sepasang Sepatu

Sepasang sepatu tak pernah saling cemburu
siapa yang lebih dulu bergerak maju
yang kiri bergerak dulu
yang kanan tak cemburu
malah memberi tahu
hati-hati bila melangkah dulu

Belajar dari sepasang sepatu
aku terdiam tak tahu
kenapa kita tak bisa
seperti sepasang sepatu

Begitu aku bergerak maju
kau cemberut melulu
malah tak mendukungku

Apa kau tak bisa
seperti sepasang sepatu
yang selalu mengikuti siapa dulu
yang bergerak maju

Mojokerto, 21.9.2019

Cintaku Kau Revisi

tanpa babibuba segala
kau merevisi cinta

kau sekarang melarang ini itu
aku tak boleh uuu

padahal kesepakatan dulu
aku bebas mengintaimu
aku bebas menguntitmu

sekarang bila aku ingin sesuatu
aku harus minta ijin dulu
ah, kau terlalu

cintaku kau revisi
aku tak bebas lagi
aku tak leluasa lagi
mencintaimu

Mojokerto, 18-9-2019

Saat Di Malioboro

Sejauh pandang mata menubruk orang-orang yang lalu lalang
stan-stan penjual makanan maupun pakaian menawarkan harga

Sejenak aku menghentikan langkah melihat seorang pelukis
melukis sebuah foto yang ada di layar ponselnya
tak menghiraukan adanya orang-orang yang lalu lalang melewatinya

Konten Terkait:  Puisi Mahfud RD

Tak jauh darinya, di bangku panjang duduk dua orang lawan jenis
asik saling bercakap, entah apa yang dicakapkan
Juga tak peduli adanya orang-orang lalu lalang, yang penting asik memadu cinta

Tak ketinggalan pengamen jalanan dari satu stan ke stan lainnya

Saat di malioboro, aku lihat tak ada orang yang tak suka
semua pada gembira menikmati suasana
semua pada suka-suka

Yogjakarta, 15.9.2019

 

Puisi Suyitno Ethex
Puisi Suyitno Ethex

Suyitno Ethex, lahir dan dibesarkan di telatah Mojopahit (Mojokerto), karyanya berupa puisi, cerpen dan esai sudah dimuat di beberapa media massa, antara lain di Suara Karya, Republika, Sastra Sumbar, dan Media Indonesia. Puisi-puisinya terkumpul dalam beberapa antologi puisi, antara lain di Temu Sastrawan di Medan, Temu Sastrawan di Kediri. Temu Sastrawan di Malaysia, Dari Sragen Memnadang Indonesia (2012), Malsasa (2013), Poetry2 Flows Into The Sink Into The Getter (2013), Puisi Menolak Korupsi (Jilid, I, II, IV, V), Memo Presiden (2015), Temanten Langgit (2015), Tifa Nusantara (2014 dan 2015), Solo Dalam Puisi (2014), Lumbung Puisi (2015), Cimanuk (2016), Negeri Awan (2017), Festival Bangkalan (2017), Ruang Tak Lagi Ruang (2017),  Kesaksian Tiang Listrik (2018), Negeri Bahari (Negeri Poci 2018), Jejak Sajak Batu Runcing (2018), Sabda Alam (2019), Zamrud Khatulistiwa (2019), Membaca Hijan di Bulan Purnama (Tembi, 2019)  dan lain-lain. Juga dalam Antologi “Bersetubuh Dengan Waktu” (2014), “Dari Cinta Ke Negara” (2015), “Rasa Ku Rasa” (2016) dan Kumpulan Cerpen “Sepeda Pancal” (2016), “Gapura Menapak Jejak Mojopahit” (2018), “Pemulung Diksi” (2019)

Ia bekerja di UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, dan  dosen di Institut Agama Islam Uluwiyah. Aktif di Dewan Kesenian  Mojokerto, sebagai Wakil Ketua, dan Penggiat Gerakan Puisi Menolak Korupsi (PMK).

Alamat: Jln. S. Parman 18 Modopuro-Mojosari-Mojokerto 61382 Jawa Timur
HP/WA: 081 332 276 167
Email: [email protected]

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here