Setelah menggelar fashion show bertajuk “Daur” pada Jakarta Fashion Week  lalu, kini Sejauh Mata Memandang melanjutkan kampanye untuk menjaga laut Indonesia dari sampah plastik dengan menggelar pameran bertajuk “Laut Kita Masa Depan Kita” bersamaan dengan peluncuran koleksi terbarunya.

Berbeda dari pameran sebelumnya, pameran kali ini dirancang untuk anak-anak dengan tujuan menanamkan peduli lingkungan sejak dini. Menurut Chitra Subyakto selaku founder& creative director Sejauh Mata Memandang, anak-anak Indonesia merupakan agen perubahan masa depan untuk Indonesia yang lebih baik.

Pameran ini berkolaborasi dengan Felix Tjahyadi (konseptor pameran), Davy Linggar (Fotografer), Tulus (musisi), dan Tenia (Founder & Executive Director Divers Clean Action). Pameran berlangsung 3 bulan dimulai dari tanggal 28 November 2019 hingga 2 Februari 2020 di Senayan City Curated Space, Level One, Jakarta.

Melalui kampanye Laut Kita ini  bekerja sama dengan Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik untuk mengajak masyarakat mengurangi dan lebih bijak dalam menggunakan kantong plastik.

Pengunjung Mencoba Berbagai Instalasi
Pengunjung Mencoba Berbagai Instalasi

Menurut data, Indonesia termasuk dalam 5 negara penyumbang sampah plastik terbanyak di dunia, di mana sebanyak 3.200.000 ton sampah plastik setiap tahun dibuang ke laut Indonesia. Sekitar 1.400 – 1.600 ton sampah plastik yang dibuang setiap hari seperti alat makan plastik, plastik kemasan, kantong plastik, botol plastik, sedotan, dan jenis plastik sekali pakai lainnya.

Chitra Subyakto, Pendiri dan Direktur Kreatif Sejauh Mata Memandang saat konfrensi pers beberapa waktu lalu menjelaskan, manusia dan alam hidup berdampingan, ketika alam rusak manusia pun ikut terancam. Seperti contoh, jika ekosistem laut kita hancur maka akan berdampak terhadap kelangsungan hidup manusia.

Oleh karena itu kita perlu meningkatkan kesadaran masyarakat luas tentang isu-isu perubahan iklim dan kerusakan yang telah terjadi di negeri tercinta ini. Setiap orang yang tinggal di Indonesia memiliki peran untuk meminimalkan kerusakan tersebut, sekecil apapun bentuk kontribusi tentunya akan sangat berarti.

Produk dari Sejauh Mata Memandang
Produk dari Sejauh Mata Memandang

“Melalui kolaborasi kreatif bagi anak-anak Indonesia sebagai generasi penerus bangsa diharapkan dapat memberikan pemahaman dan edukasi tentang apa yang terjadi saat ini dan langkah-langkah kontribusi seperti apa yang dapat mereka lakukan,” kata Chitra.

Adapun instalasi edukasi yang terdapat dalam ruang pamer adalah

  1. Ruang Rumah Nelayan (area penjualan produk Sejauh Mata Memandang)

Rumah Nelayan ini dibuat dengan penggunaan ulang material, yang digunakan pada pameran Karya Kita TACO di Senayan City pada Agustus lalu. Panil-panil dibongkar, agar dapat dimanfaatkan kembali. Diharapkan semua material terus dapat dioptimalkan penggunaannya, agar tidak terbuang sia-sia, dan menumpuk di TPA. Rumah Nelayan ini menjadi area penjualan merchandise Sejauh Mata Memandang.

  1. Ruang Cerita Tentang Plastik
Konten Terkait:  Pameran Manuskrip Mushaf Al-Qur’an di Pura Pakualaman Yogyakarta

Pada ruangan ini, pengunjung disajikan animasi mengenai bahaya dan dampak plastik sekali pakai. Dinding ruangan ini dibuat dari plastik bekas yang dikumpulkan pada acara Rampok Plastik bersama Gerakan Diet Kantong Plastik (GIDKP), Dian Sastrowardoyo dan Pertemanan Sehat, yang kemudian dijahit secara acak seperti patchwork.

  1. Ruang Kreasi

Memasuki ruangan ini pengunjung dapat menemukan ikan paus yang dibungkus dengan kantong plastik bekas. Pengunjung anak-anak yang datang dapat berkreasi dan menuangkan ceritanya pada buku-buku yang tersedia di dalam ikan paus. Dapat juga dinikmati senandung yang dibawakan oleh Tulus.

Tirai yang sebelumnya ditemukan pada pameran Laut Kita, April lalu, digunakan kembali. Tirai hiasan ini dibuat dari sisa pameran Timun Mas dan botol plastik bekas juga sisa bahan produksi Sejauh Mata Memandang. Dikerjakan oleh ibu-ibu tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Tangerang.

Di bagian akhir, anak-anak dapat menikmati permainan blue blocks yang dipersembahkan oleh Miniapolis dan mencoba pengalaman virtual reality yang dipersembahkan oleh tim Divers Clean Action dengan narasi yang dibawakan oleh Dian Sastrowardoyo.

  1. Ruang Davy Linggar

Ruangan ini memproyeksikan video stop motion yang dibuat oleh Davy Linggar berkolaborasi dengan: Amora, Daniel, Isyana, Jasmine, Kaja, Kawa, Kellen, Senha, Makayla, dan Syailendra. Ruangan ini bertujuan untuk mengajak anak-anak yang hadir untuk lebih sigap dalam menjadi agen perubahan pada masalah sampah plastik sekali pakai.

Testimoni Pengunjung Untuk Laut Kita
Testimoni Pengunjung Untuk Laut Kita

Sementara untuk koleksi Sejauh Mata Memandang terdiri dari koleksi pakaian siap pakai dalam tampilan yang lebih santai dan kasual. Koleksi Daur memperkenalkan teknik patchwork; menggabungkan motif-motif dengan kombinasi tekstil terkini, sehingga menghasilkan sebuah koleksi dengan penampilan yang baru.

Sebagian besar koleksi terbuat dari bahan katun dengan semburat warna-warni seperti marun, kuning kunyit, indigo, hitam dan putih. Mengambil inspirasi dari busana tradisional Indonesia yaitu kebaya panjang Sumatera, baju bodo, dan ragam aksesoris pelengkap seperti masker, kantong belanja, tas botol minum, kantong handphone, dan pouch yang dilengkapi dengan logo extinction rebellion.

Sejauh Mata Memandang konsisten memperkenalkan esensi trendless dan timeless. Dengan tujuan setiap koleksi memperhatikan proses yang ramah lingkungan, dan koleksi siap pakai yang berumur panjang dan dapat didaur ulang tanpa merusak alam.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here