Puisi M Syamilul Hikam

0
66

Di Lautmu

laut ini tampak indah dipandangi
orang orang boleh saja menyelaminya sesuka hati
seribu pintu tersedia cuma-cuma
tapi, harus punya kunci paling rahasia

banyak sekali nelayan yang silih berganti datang
untuk memanen ikan ikan
bahkan, ada yang hanya bermain kejar kejaran di tepi pantai
atau, sebatas memandanginya dari kejauhan
selepas itu mereka bergegas pulang

kemarin malam aku datang seorang
tanpa lampu, pantai ini amatlah remang
bahkan, sunyi kerap mengusikku dari kejauhan
menyuruhku untuk sekedar berendam

sebagai nelayan aku harus tahu bagaimana cara berenang
bila di tengah perjalanan badai tiba tiba saja menerjang
meski hanya berbekal tabah
pada ombak yang bergantian membuncah

ketika ikan ikan semakin liar
jika gelombang tak bosan bosan datang
aku harus lekas bergegas
sebelum  perahuku tehempas

Annuqayah, Juni 2019


Di Tengah Perjalanan

di atas perahu melaju
ada yang lebih pantas kau simak
selain desir angin gemeretak ombak
bukan pula mesin yang menderu, mendayu

tapi resapilah dengan tunduk dan khusyuk
gemuruh maut di debur laut
lalu bayangkan betapa mudahnya
buih-buih ini menghantarkan kita ke dasar pusara
dan adakah yang lebih nyaring dibanding
do’a orang-orang di rumah
yang menukik tajam di antara perahu
dan air garam yang angkuh

sementara di tengah laut ini
kita, ikan yang berjalan
di depan jala para nelayan
melewati sergapan maut
atau, ke dalam perut kita bertaut.

Annuqayah, 29 Juli 2019  M.

Lelaki Yang Hidup Dengan Hati Separuh

kini ia tinggal bersama sepi
bersama buku berantakan
hingga bantal yang kehilangan suara di ranjang
;tentang desahan malam dengan sunyi
yang hanya mampu diterjemahkan oleh puisi
dan dipojok kamarnya
ada pula cermin pecah
dan beberapa kenangan yang ikut terbelah

semuanya berlalu begitu cepat
sebab beberapa hari kemarin
sempat terdengar suara teramat nyaring
seperti gelas dan piring yang dibanting

ia hanya terus menerus menatap ke dalam dadanya
dan melihat hatinya yang tinggal separuh
sesekali saat tengah malam
ia akan berjalan mengelilingi desanya
mencari separuh hatinya
yang barangkali dicuri anjing tetangga

jika kau ingin menemuinya
jumpailah ia disana sendiri
barangkali, kau bisa menjahit separuh hatinya
dengan hatimu yang juga tinggal sebelah

jika gagal, cobalah kembali
sebelum separuh hatinya habis dikikis sepi.

Annuqayah, 26 Juni 2019 M.

Doa Petani Tembakau

“kemarau adalah doa tunggal
Yang kerap dirapal petani tembakau”

Sebelum ritual di ladang dimulai
Riwayat matahari tak pernah lelah kami maknai
Terkadang mengajak burung burung mendiskusikan
Kapan langit benar benar gigih menggenggam hujan

Saat angin barat tiba tiba datang
Dan pucuk Oktober perlahan berguguran
Kabut kabut akan tampak menyesaki
Tiap petak sawah kami
Sedang nasib terlanjur diikat
Di antara ruas tanah liat

Hingga disaat awan benar benar lelah merawat hujan
Doa kami tetap tunggal :
Turunkanlah hujan kemarau

Annuqayah, 2019

Belajar Dari Air

Hujan luruh
Dikeningku namamu kembali gemuruh
Gersang tanah kenangku perlahan basah
Kubiarkan ia menerima dengan pasrah

Kusaksian daun daun tabah diguyur hujan
Sebab ia paham mesti ada panas dan dingin kehidupan
huruf hurufku kini juga telah gagal
Menggapaimu yang terbang dan aku kau tinggal

Aku laksana sekuntum kembang
Dan kau tak ubahnya seekor kumbang
Bermusim sudah putik sari kau hisapi
Kaupun pamit pergi dan berpesan tak kan kembali

Ya. Istilah kita berakhir kemarau lalu
Lepas sudah segala yang melekat antara kau-aku
Dan, bila hujan mampu melubangi batu batu
Patutlah aku membunuh rindu.

Annuqayah, 2019

———————————

Syamilul Hikam
Syamilul Hikam

M Syamilul Hikam, merupakan santri PP Annuqayah daerah Lubangsa. Saat ini menempuh peendidikan tinggi di Institut Sains dan Teknologi (IST) Annuqayah semester I. beberapa puisinya pernah dimuat di beberapa media seperti, Radar Madura, Majalah Inspirasi, Buletin Kompak, Takanta (media online) dan dalam antologi bersama Festival Kuratorium Sastra Nasional MASA (2017). Email : [email protected] No. Kontak: 085 229 555 816

Konten Terkait:  Jathilan dan Tour Kamisan JSSP #3 Disambut Meriah Masyarakat

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here