Sejak bulan Juni 2019 Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta membentuk Tim Pengembangan Sandiwara Radio Bahasa Jawa. Hal ini dimulai dan dilaksanakan bersama-sama dengan Tim Pengembangan Ketoprak, dengan tim yang berbeda. Pengembangan sandiwara radio berbahasa Jawa dan juga ketoprak dirasa penting mengingat kedua jenis kesenian ini menjadi salah satu identitas Yogyakarta.

Secara garis besar kegiatan itu dimulai dengan pengadaan naskah-naskah baru yang lebih bersifat kekinian (milenial). Pengadaan naskah-naskah baru ini dilaksanakan melalui pembekalan (workshop) dan sayembara. Khusus untuk sayembara naskah sandiwara radio berbahasa dibagi dalam dua kategori, yakni sayembara untuk umum dan sayembara untuk pelajar SMA/sederajat.

Ada pun 10 naskah pemenang sayembara sandiwara radio berbahasa Jawa tersebut Kutut karya Sukrisna/Krishna Miharja, Pramudani karya Magareth Widhy Pratiwi, Uwal karya Siti Aminah, Dhangdhut Nganyut-anyut karya Elyandra Widharta, Onthel Glembuk karya Albertus Sartono, Anjani karya Agus Suprihono, Lemah Warisan karya Syamsu Setiaji, Kaligedhe 10 Windu Kepungkur karya Fortunata Kaswani Rahayu, Lemah Cengkar karya Fred Wibowo, dan Kembang Alang-alang Watu Gilang karya Indra Tranggono. Kepada 10 pemenang kategori umum ini masing-masing diberikan hadiah berupa uang pembinaan sebesar Rp 10 juta dan sertifikat.

Para pemenang lomba penulisan naskah sandiwara radio bahasa Jawa tingkat SMA berfoto bersama Kepala Dinas Kebudayaan DIY-Foto-A.Sartono
Para pemenang lomba penulisan naskah sandiwara radio bahasa Jawa tingkat SMA berfoto bersama Kepala Dinas Kebudayaan DIY-Foto-A.Sartono

Sedangkan 10 naskah pemenang sayembara sandiwara radio berbahasa Jawa adalah Sarangheyo Jogja karya Felda Noor Saidah, Matur Nuwun karya Ishika Putri Handayani, Kepangan Gengsi karya Harundya Naresh Ramadhan, Mulih karya Zalfa Aura Tsabita, Pak Guru karya Gilbert Aria Anggara TP, Gayuh Lintang karya Marita, Olor Putih Ing Kali Opak karya Daniel Daniswara, Gamelan Ngundang Kamulyan karya Nadia Vindi Amelia, Nrima lan Bejo Takdire Joko karya Selviana Dewi, dan Legenda Sendang Klampok karya Nuur Laila Khoirun Nisa.

Konten Terkait:  Arwana Jadi Inspirasi Lukman dalam Kriya Logam Tembaga

Kepada 10 pemenang kategori umum ini masing-masing diberikan hadiah berupa uang pembinaan sebesar Rp 2,5 juta dan sertifikat.  Pemberian hadiah dan penghargaan dilaksanakan di Cokro Style Hotel, Jl Mayjen Sutoyo Yogyakarta pada hari Selasa malam, 3 Desember 2019.

Naskah-naskah pemenang lomba dan naskah-naskah terpilih dari peserta lomba (sebanyak 36 judul) kemudian digunakan sebagai materi perekaman audio. Setelah itu dilakukan kerja sama penyiaran hasil perekaman tersebut dengan empat stasiun radio komersial dan 12 radio komunitas yang tergabung dalam Jaringan Radio Komunitas Yogyakarta. Selanjutnya dilakukan perekaman atas 36 naskah tersebut dalam CD/DVD untuk keperluan pendistribusian kepada pihak-pihak yang membutuhkannya sebagai sarana hiburan edukatif.

Keluarga Swarabawa dan Tim Pengembangan Ketoprak DIY berfoto bersama Kepala Dinas Kebudayaan DIY-Foto-A.Sartono
Keluarga Swarabawa dan Tim Pengembangan Ketoprak DIY berfoto bersama Kepala Dinas Kebudayaan DIY-Foto-A.Sartono

Selain itu, dilakukan penggarapan lebih lanjut atas rekaman-rekaman tersebut untuk diunggah ke media siar nonradio, dan upaya pendokumentasian naskah sandiwara radio berbahasa Jawa sebagai karya sastra drama dengan penerbitan buku kumpulan 14 naskah sandiwara radio terpilih dari 103 naskah peserta lomba penulisan naskah sandiwara radio bahasa Jawa untuk umum dan pelajar SMA tahun 2019, serta buku yang berisi dua naskah sandiwara radio bersambung karya Soemardjono, “Bapak” sandiwara radio berbahasa Jawa di Yogyakarta.

Hal-hal itulah yang secara garis besar dilaporkan Landung Rusyanto Simatupang selaku Ketua Tim Pengembangan Sandiwara Radio Bahasa Jawa DIY. Dalam kesempatan itu juga disampaikan bahwa para pelaku dan pemerhati sandiwara radio bahasa Jawa telah membentuk paguyuban yang dinamakan Swarabawa (sandiwara radio bahasa Jawa). Selain ucapan terima kasih kepada semua pihak Landung juga menyampaikan harapan, kiranya acara ini dapat memajukan kebudayaan dan persaudaraan melalui posisi dan peran masing-masing.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here