Catatan Menarik tentang Kendal pada Masa Revolusi (1945-1950)

0
49

Kendal merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Di sebelah utara berbatasan dengan Laut Jawa, sebelah timur Semarang, selatan Temanggung dan barat Batang. Kendal salah satu daerah yang ikut andil dan terlibat dalam revolusi, mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Setelah Jepang menyerah, dengan membonceng Sekutu, Belanda kembali ke Indonesia. Agresi Militer yang dilakukan oleh Belanda adalah bukti bahwa Belanda ingin berkuasa lagi. Belanda begitu mudah melanggar gencatan senjata dan perjanjian (Linggarjati dan Renville) yang pernah ditandatangi. Agar tidak ‘mendapat kecaman’ dari dunia internasional, Belanda mengatakan bahwa serangan tersebut hanya Aksi Polisionil’ untuk ketertiban dan keamanan. Tindakan dan serangan militer ini tentu saja mendapat perlawanan keras dari bangsa Indonesia.

Pada bulan November 1945 di Kendal dibentuk Markas Umum, sebuah badan perjuangan yang beranggotakan militer dan sipil. Tugasnya adalah sebagai komando taktis dan strategis yang juga berperan sebagai pusat komando dan koordinasi dari badan-badan perjuangan yang ada di daerah Kendal. Badan ini kemudian disempurnakan menjadi Dewan Perjuangan Kendal.

Di Kendal, tentara, laskar, rakyat dan pemegang pemerintahan bahu membahu berjuang. Bumi hangus (ascorched-earth) adalah strategi yang digunakan, sama seperti yang digunakan pejuang-pejuang di daerah lain. Bumi hangus adalah perusakan (dibakar, diledakkan, atau dengan cara lain) terhadap segala sesuatu (gedung, jembatan, bendungan dan lain-lain) yang sekiranya nanti akan digunakan musuh. Setelah melakukan bumi hangus, mereka mundur dan bergerilya.

Aksi bumi hangus dilakukan antara lain terhadap kantor kawedanan, gedung kepatihan, markas angkatan laut, pabrik gula Kaliwungu dan beberapa jembatan. Daerah-daerah yang diperkirakan akan dilewati pasukan Belanda seperti Kaliwungu dan Bransong dipasang barikade sebagai perintang jalan untuk menghambat (bahkan menghentikan) laju pasukan Belanda.

Konten Terkait:  Salah Satu Cikal Bakal ISI Yogyakarta

Bupati Kendal, Soekarmo Djojonegoro berada di garis depan ikut bertempur. Untuk administrasi pemerintahan dipegang Patih Kartowikromo. Ketika Belanda mulai menyerang Kendal, demi keamanan dan kelancaran, pusat pemerintahan yang semula berada di Kota Kendal dipindah ke Weleri. Dan ketika Weleri dirasa sudah tidak aman, dipindah lagi ke Sukorejo.

Sesudah Perjanjian Renville, wilayah Kendal mengecil karena sebagian masuk menjadi ‘bagian’ Belanda. Tetapi perjanjian (yang sangat merugikan Indonesia) ini tidak menyurutkan semangat juang, justru sebaliknya. Setelah melalui perjuangan panjang, akhirnya Republik Indonesia dapat dipertahankan dan Kendal menjadi salah satu bagian.

Buku ini sangat menarik, karena selain mengambil sudut pandang Indonesia ada juga sudut pandang Belanda. Sudut pandang Belanda ini diambil berdasarkan catatan tentara Belanda yang terjun langsung ke wilayah Kendal.

Kendal di Masa Revolusi (1945-1950) 2
Kendal di Masa Revolusi (1945-1950) 2

Judul: Kronik Kendal dalam Revolusi Nasional Indonesia (1945-1950)
Penulis: Tri Ruwanto
Penerbit: Matapadi Pressindo, 2019, Yogyakarta
Bahasa: Indonesia
Jumlah halaman: xvi + 154

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here