Puisi Rofqil Junior

0
96

Besakih

langit yang kejatuhan warna biru
sekejap dirobek asap dupa dan ruap beluntas
sekar di selangkangan kuping betapa sakralnya

sepetak lapang pengabenan
mengabadikan bau tubuh yang berupa-rupa.
sama dengan tanah di hujan pertama,
ia begitu nyaring di telinga

sengau kidung sumbang, tiada henti
mengairi pekarangan pura agung Besakih
yang ditabuh justru hening
berdenting-denting
mirip gelas di meja makan rumahmu

angin gugur dari serpihan musim
yang perlahan menua dan sepantasnya.
memetik daun, tangkai sekaligus

patung singa tidak pernah sendiri
beberapa temannya juga diam
di sudut yang sama sepinya.

Bali, 2019

 

Hari Raya Sepi

sepasang sayap kunang kunang, menusuk
ujung pura yang sudah rapuh bentuknya
dalam temaram menyala, hingga
tepian dada yang retina

sepi lapang, mengusir ramai diam diam
lentera yang terbuat dari ujung suratmu
dan sengaja kubakar; padam.
betapa remang kerap menyudutkanku

sementara di kepala, udeng warisan ayah
diam demi warna putih nan suci.
di pinggang bukan serban
melilit separuh badan

bakar kemenyan dan asap dupa
mengusir bau abu tubuhku setelah diaben
seorang lelaki memilih khusyuk
dengan ritual.

yang nyaring adalah salak anjing
semarak mengusir hening

Bali, 2019

 

Menuju Jogja

Dengan gelisah paling sederhana
Aku berjalan ke barat
Sekadar mengusir perasaan-perasaan bosan
Tepat matahari runduk setinggi pundak

Hingga lengang kianlantang
dan malam gegas dari dalam hutan
(burung burung memperlekas kepak)

Istrikutinggal sendirian, meringkuk
di pojok kamar
dijahitnya perca luka, disusuinya jarak
setengah ikhlas

hanya air mata ia seduh, seperti semula
aku berjalan senantiasa
memahat jejak untuk menyambung
hidup kita kelak

di negeri seberang,
segalanya kutukan, sayang!

Atas namaapa pun, aku memilih
mengurung diri. sampai kau benar
dekat di sisi 

(2019)

 

Malioboro

Menuju perempatan menua, dengan kuat
Menelusuri jejak  Jogja
Dengan kesiur angin tenggara, membelit
Tubuh lelaki desa

lampion mematung mendaratkan cahaya
berpendar pada penjuru kota
mungkin sampai pada alun alun utara
sedang dokar tua menarik nasib sebagian ayah

tak satu pun senyap beranak, di sini
denting gitar tak lagi samar kudengar

Konten Terkait:  Puisi Aming Aminoedhin

semula  gelisah yang berlalu lalang
perlahan limbung, sebentar di tubuhku
sesebentar embun di dahan jambu

hingga datang malam, larut
sunyi tak pernah perkasa
ada doa kugembala ke langit basah

(2019)

 

 

Surat Air Mata

Untuk kali ini saja, aku ingin menyuarakan
Sedih yang sering ambigu pada jalannya
Sementara tangis ini lantang berpijar

Lembar pertama,
Tak ada yang abadi, senyum sintas berganti perih
Lalu menghentikan kegaduhan di kota
Sejenak, sunyi, aku masih damai sendiri

Camar camar merobek perut langit
Selalu bercerita perihal aneh
Dan sesuatu yang tak pernah selesai
;Nelangsa

Lembar kedua,
Hanya menyisakan kenangan yang membusuk
Di mejaku
Terus saja bercerita daun yang dipaksa gugur
Dengan damai dengan samar

Lembar terakhir,
Tinggal air mata
Yang kupeluk sangat erat, masih erat

Giliyang, 2019


 

Rofqil Junior adalah nama pena dari Moh Rofqil Bazikh. Lahir di Pulau Giliyang, Kecamatan Dungkek Kabupaten Sumenep, Madura, pada 19 Mei 2002. Ia berdimisili di Gapura Timur Gapura Sumenep. Aktif di Kelas Puisi Bekasi dan Komunitas ASAP

Ia merupakan alumnus MA Nasy’atulMuta’allimin Gapura Timur Gapura, Sumenep dan MTs. Al-Hidayah Bancamara Giliyang. Tempatnya memulai berproses menulis. Esainya mendapat juara 1 dalam lomba Creative Student Day 2018. Puisinya mendapat juara 1 dalam lomba yang diadakan oleh PT Mandiri Jaya Surabaya sekaligus terangkum dalam antologi Surat Berdarah di Antara Gelas Retak(2019).

Puisinya juga termaktub dalam antologi Dari Negeri Poci 9; Pesisiran (KKK;2019), BuluWaktu (Sastra Reboan;2018), Banjarbaru Festival Literary (2019), Sua Raya(Malam Puisi Ponorogo; 2019), Dongeng Nusantara Dalam Puisi (2019), Bandara dan Jaring Laba-Laba (Dinas Kebudayaan Provinsi Bali).

Saat ini sudah menulis puisi di berbagai media cetak dan online antara lain Suara Merdeka, Banjarmasin Post, Malang Post,Radar Malang, Radar Banyuwangi, Radar Cirebon, Radar Madura, Rakyat Sumbar,Radar Pagi, Kabar Madura, Takanta.id, Riau Pos, NusantaraNews, Galeri Buku Jakarta, Litera.id. Tahun ini diundang dan berkesempatan hadir pada Seminar Internasional Sastra di Bali.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here