Setelah lima tahun jalan bersama major label dan vakum selama setahun, kini The Finest Tree memutuskan untuk memilih berkarya secara independen. Perilisan EP Album Remake ‘Tertujuh’ menjadi bukti keseriusan duo bersaudara asal Yogyakarta, Cakka Kawekas Nuraga dan Elang Putra Nuraga di jalur musik.

Namun sebelum EP Album Remake secara resmi diluncurkan, The Finest Tree melakukan pemanasan dengan merilis remake lagu ‘Lupa Bawa Nyali’ dan ‘Sampai Waktunya Datang’ yang bisa dinikmati mulai Senin, 11 November 2019 pukul 17.00 WIB. Bukan hanya itu, video musik ‘Lupa Bawa Nyali’ juga segera ditayangkan seminggu kemudian, 18 November 2019 pukul 16.00 WIB.

EP Album Remake ‘Tertujuh’ ini bermaterikan empat lagu, selain ‘Lupa Bawa Nyali’ dan ‘Sampai Waktunya Datang’, juga ada ‘Namamu Di Doaku’, dan ‘Melebur Beda’. Perilisan EP Album Remake ini bukan tanpa alasan, sewaktu masih bernaung di major label The Finest Tree mencari ide apa yang akan dilakukan.

Sebelumnya The Finest Tree ingin merilis konten-konten YouTube berupa cover lagu-lagu mereka sendiri dengan nuansa yang lebih segar. Namun di pertengahan proses pembuatan, pihak label datang ke Yogyakarta untuk menyudahi kerja sama dengan The Finest Tree.

“Kalau begitu kenapa nggak sekalian bikin EP Remake Album saja, kebetulan lagu-lagu lama kami juga belum tersedia di toko musik digital,” kata Elang Nuraga.

Cakka Nuraga menambahkan bahwa EP Remake Album ini merupakan jembatan menuju album yang bermaterikan lagu-lagu baru The Finest Tree. “Di album baru nanti, lagu-lagu The Finest Tree akan berasa lebih dewasa, dan bercerita tentang suasana kami saat ini,” tambahnya.

Cuplikan dari album terbaru nanti bisa dinikmati setelah perilisan EP Album Remake ini.

Konten Terkait:  Festival Akbar Sastra Yogyakarta (Joglitfest) 2019 Digelar Hingga 30 September
Artwork Tertujuh foto - Finestree
Artwork Tertujuh foto – Finestree

Sepanjang tahun 2018, The Finest Tree mengalami hiatus. Hal ini bisa dikatakan sebagai “musim gugur”nya duo kakak beradik tersebut. Saat itu Cakka memutuskan untuk ‘menyendiri’. Hal tersebut juga berdampak pada Elang yang merasakan kejenuhan dan sempat ingin berhenti bermusik.

Hingga suatu saat di awal 2019 ini Cakka dan Elang berbincang di ruang tamu rumah mereka. Keduanya pun sepakat untuk kembali berkarya dengan The Finest Tree. Gayung pun bersambut, Tomo Widayat seorang produser musik yang juga aditional gitar Sheila on 7 mendukung penuh kembalinya The Finest Tree, Tomo pun didapuk sebagai Music Director untuk proyek EP Album Remake ini.

EP ini juga dibantu oleh insan-insan kreatif dar Jogja sepert; Wawakz (artwork), Slinky Bones (Video maker), Ferry Efka (Mixing & Mastering Audio),

The Finest Tree dibentuk pada tanggal 20 Maret 2012, di awal kemunculannya mereka diproduseri oleh Eross Candra. Pada Desember 2012,  The Finest Tree meluncurkan album perdana bertajuk ‘Hijau’. Pada Agustus 2014  The Finest Tree bergabung dengan Universal Music Indonesia sebagai label rekaman.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here