Di Kids Corner, Taman Budaya Yogyakarta, Minggu, 17 November 2019, diadakan Kelas Mendongeng bersama  Agus Nur Amal atau yang lebih dikenal dengan PM Toh. Kelas ini menggunakan berbagai barang tidak terpakai seperti plastik, pipa bekas, kardus, dan kotak kayu.

Dongeng yang dibawakan bertema luar angkasa dan antariksa. PM Toh menjelaskan berbagai lapisan langit yang ada di bumi, dan mendongeng menggunakan alat peraga yang dibuat dari alat-alat sederhana tersebut. Anak anak di kelas mendongeng ini juga membawa peralatan dapur dari rumah, mereka lalu diajarkan membuat cerita menggunakan berbagai peralatan yang telah dibawa.

Pada kelas mendongeng ini PM Toh membawakan cerita dengan kalimat yang ringan dan asyik sehingga anak anak dapat menerima ilmu dengan mudah. Tidak hanya anak-anak, para orang tua yang hadir juga antusias dalam mendampingi dan mendengarkan kelas mendongeng tersebut.

Di dalam Kids Corner tersebut terdapat berbagai koleksi buku bacaan anak-anak, ruang bermain, serta ruang membaca yang nyaman. Selain itu, anak anak juga mendapatkan fasilitas menggambar berupa kertas dan alat gambar seperti cat air, krayon dan spidol warna. Di Kids Corner juga terdapat Exhibition Guide, yang bertugas untuk menjaga, mengawasi, dan mengajak bermain anak-anak, supaya nantinya orang tua akan merasa aman ketika menitipkan putra-putrinya.

Kids Corner kali ini bekerja sama dengan dengan salah satu seniman Biennale, Siam Artista.  Melalui ciri khas nya, Siam melukis untuk Kids Corner yang mengangkat tema kelautan. Konsep “bertumbuh” diangkat oleh Kids Corner yang diadakan oleh Biennale Jogja Equator#5 kali ini.

Anak-anak Antusias Mendengarkan Dongeng PM Toh foto - Jogja Biennale
Anak-anak Antusias Mendengarkan Dongeng PM Toh foto – Jogja Biennale

Ketika pembukaan, terdapat space-space kosong yang sengaja dibiarkan dan nantinya akan bertumbuh seiring berjalannya pameran. Di dalam Kids Corner menyediakan dinding kosong yang khusus disediakan untuk anak-anak mewarnai. Selain itu, bagian alas di ruang Kids Corner sengaja dibuat dengan bahan kardus, yang bertujuan agar nantinya anak-anak bisa melukis dan menggambar di alas kardus tersebut dengan berbagai alat lukis yang disediakan. Setelah selesai mewarnai karya ditempel di ruang-ruang dinding kosong yang khusus disediakan untuk menempelkan hasil karya anak-anak.

Konten Terkait:  Puisi Hafney Maulana

Setiap minggu di dalam Kids Corner terdapat banyak acara dan program yang akan diadakan. Tiap hari Minggu sore terdapat berbagai workshop, untuk hari Selasa dan Kamis pagi diadakan tour untuk berbagai sekolah-sekolah yang ada di wilayah DIY. Sesuai dengan tema Biennale yang diangkat yaitu “Pinggiran”, Kids Corner memfasilitasi tour dari berbagai sekolah-sekolah yang berlokasi jauh seperti di daerah Gunung Kidul dan Kulonprogo.

Workshop yang diadakan antara lain; mural (mewarnai dinding), workshop ecoprint, Membuat dan melukis aksesoris dengan tanah liat. Selain itu program Kids Corner banyak melibatkan kerjasama dengan berbagai komunitas, sepeerti RC (Rumah Cinta), Bioscil (Bioskop Kecil), dan lain-lain.

Kids Corner di Biennale Jogja Equator #5 bertujuan agar anak-anak dapat terlibat dalam pameran Biennale secara langsung, juga memberikan kenyamanan pengunjung yang membawa anak kecil dan ingin menikmati karya-karya yang terdapat di TBY. Selain itu, Kids Corner juga bertujuan agar anak-anak dapat berkontribusi dalam pameran dan merespons ruang seni yang telah disediakan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here