Penyerangan Sultan Agung Hanyakrakusuma, Raja Mataram Islam, ke VOC di Batavia tahun 1628 dan 1629 banyak menginspirasi para sastrawan Jawa untuk menulis kembali kisah tersebut. Demikian juga yang dilakukan oleh Budi Sarjono, novelis yang memenangkan Lomba Penulisan Novel Jawa DIY tahun 2018.

Kisah penyerbuan itu diselipkan dalam novelnya yang berjudul “Prau Layar ing Kali Opak”, saat berkisah tentang tema Yogyakarta dan bahari. Kemudian dari novel itu pula, lalu diangkat dalam pentas pemanggungan sastra “Dramatic Reading Novel” yang disutradai oleh Luwi Darto dan penulis teks pertunjukan oleh Indra Tranggono.

Dialog tokoh utama yaitu Samsuri dengan istrinya perdebatan status-foto-suwandi
Dialog tokoh utama yaitu Samsuri dengan istrinya perdebatan status-foto-suwandi

Dramatic Reading Novel “Prau Layar ing kali Opak” dipentaskan di Museum Sejarah Purbakala Pleret Bantul, pada Jumat malam, 15 November 2019. Pertunjukan sastra tersebut dimainkan oleh para pekerja seni Lingkar Paseduluran Seniman Yogyakarta (LPSY) dengan pimpinan produksi Khocil Birawa.

Dengan ditampilkannya dramatic reading novel ini, diharapkan masyarakat luas bisa menikmati karya sastra yang dipanggungkan.  Hal itu dianggap lebih menarik, karena selain didialogkan, karya sastra juga ditampilkan dengan adegan-adegan sesuai dalam isi novel sekaligus dalam pemantasan diiringi dengan musik atau gamelan agar suasana lebih hidup.

Para pemain pendukung pentas dramatic reading novel Jawa Prau Layar ing Kali Opak-foto-suwandi
Para pemain pendukung pentas dramatic reading novel Jawa Prau Layar ing Kali Opak-foto-suwandi

Dalam dramatic reading novel tersebut, sejumlah tokoh ditampilkan, seperti tokoh utama Samsuri yang diperankan oleh Ardi Kerta SW, Ningsih (istri Samsuri) yang diperankan oleh Briliana Dessy Dwinawati, dan tokoh Mbak Godri yang diperankan oleh Teguh Mahesa. Selain itu masih didukung oleh pemain-pemain handal lainnya, sekitar 13 pemain.

Masyarakat sekitar dan tamu undangan yang melihat pementasan sastra tersebut sangat menikmati karya sastra novel Jawa yang dipanggungkan. Kegiatan ini didanai oleh Dana Keistimewaan Yogyakarta tahun 2019 lewat Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY dan didukung pula oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul.

Konten Terkait:  Rekam Jejak Gereja Sofia Bulgaria dalam Majalah Kajawen 1928

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here