Pantia Pameran Fotografi Abhyaka dalam pengantar pamerannya menyebut bahwa momen yang kita abadikan dalam kamera adalah sebuah cerita yang dikemas dalam foto. Pameran foto “Abhyaksa” tersebut merupakan hasil kolaborasi Universitas Sanata Dharma (USD), Yogyakarta, dengan UKM Fotografi Lens Club.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Dies Natalis Univeritas Sanata Dharma ke-73. Kegiatan lomba dan pameran foto ini bertujuan untuk mengeksplorasi apa yang dimiliki dan dijalankan oleh USD sekaligus membantu para pecinta fotografi agar karyanya dapat diapresiasi publik. Oleh karenanya pula UKM Fotografi Lens Club USD menggandeng Bentara Budaya Yogyakarta untuk tempat pameran mulai 13-19 November 2019.

Dies Natalis USD ke-73 tersebut mengangkat tema besar ‘Peran Kebudayaan dalam Strategi Pembangunan Bangsa’. USD ingin menunjukkan bahwa perkembangan bangsa akan berjalan baik pada masyarakat yang memiliki karakter berbudaya.

Pelanggaran Di Aras Guiding Block, karya Yohana Afrita Butar Butar-Foto-A.Sartono
Pelanggaran Di Aras Guiding Block, karya Yohana Afrita Butar Butar-Foto-A.Sartono

Ada pun tema pameran foto yang diselenggarakan di Bentara Budaya Budaya Yogyakarta adalah ‘Abhyaksa’, yang memiliki makna taat dan disiplin. Penjabaran Abhyaksa secara luas adalah kebudayaan yang tidak hanya berarti kesenian, namun perilaku, kebiasaan hidup sehari-hari. Hal-hal itulah yang coba ditangkap melalui karya fotografi.

Ada banyak contoh  tentang perilaku taat dan disiplin yang secara riil terekam atau terdokumentasikan dalam karya foto yang dipamerkan ini. Mulai dari yang benar-benar taat dan disiplin maupun yang menyimpang dan mengabaikan hal tersebut. Salah satu contohnya adalah jika sebuah lembaga menetapkan seragam tertentu, maka pimpinan dan para seniornya harus memberikan contoh. Jika tidak, maka para yunior atau anak buah pun akan mengabaikannya.

Keindahan Barisan Tercipta dari Kedisiplinan, karya Taufik Rozzag Nafiudin-Foto-A.Sartono
Keindahan Barisan Tercipta dari Kedisiplinan, karya Taufik Rozzag Nafiudin-Foto-A.Sartono

Sebuah barisan yang menggerakkan banyak orang harus dilaksanakan dengan ketaatan dan kedisiplinan. Jika hal ini tidak ada, maka orang tersebut hanya akan menjadi kerumunan yang tidak keruan pola gerak, baris, dan tata lakunya.

Konten Terkait:  Kali Pertama Siaran Radio Pribumi Solo Bisa Menjangkau Negeri Belanda Terjadi Tahun 1936
Ruang pameran foto Abhyaksa-Foto-A.Sartono
Ruang pameran foto Abhyaksa-Foto-A.Sartono

Ketidaktaatan dan kedisiplinan dalam berkendara di jalan akan berakibat fatal bagi orang lain dan diri sendiri. Saling menghormati dan menghargai adalah juga perwujudan dari ketaatan dan kedisiplinan diri. Jika orang tidak taat dan terus berdisiplin untuk berbuat baik dan memperhatikan tata laku pergaulan yang dikehendaki masyarakat yang penuh adab, maka orang tersebut tidak akan pernah tahu atau peka bagaimana menghargai orang lain. Intinya, laku yang buruk, jahat, dan ngawur umumnya diawali dari tidak adanya abhyaksa dalam diri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here