Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau lebih dikenal dengan sebutan Keraton Yogyakarta pada bulan Mulud penanggalan Jawa 1953, kembali menggelar perayaan Sekaten. Berbeda dengan perayaan Sekaten sebelumnya yang dimeriahkan dengan pasar malam, untuk tahun ini digelar tanpa pasar malam.

Namun begitu perayaan Sekaten tetap dijalankan seperti biasanya selama 7 hari mulai miyos gangsa hingga kondur gangsa. Untuk acara pendukung Sekaten 2019, satu di antaranya adalah Pameran Sekaten 2019 yang memfokuskan pada sejarah Sri Sultan Hamengkubuwana I atau nama lainnya Pangeran Mangkubumi. Pameran Sekaten 2019 berlangsung selama 9 hari, mulai 1—9 November 2019 bertempat di Sitihinggil Keraton Yogyakarta. Dalam pameran itu diangkat tema “Sri Sultan Hamengku Buwono I: Menghadang Gelombang, Menantang Zaman”.

Maket pesanggrahan Tamansari ikut dipamerkan di pameran Sekaten 2019-foto-suwandi
Maket pesanggrahan Tamansari ikut dipamerkan di pameran Sekaten 2019-foto-suwandi

Ada banyak koleksi yang dipamerkan dalam Pameran Sekaten 2019 seperti manuskrip Jawa zaman HB I, gamelan, keris, wayang, batik, tari, ampilan dalem, bangunan keraton yang mencerminkan sumbu filosofis, maket bangunan keraton, prajurit keraton, tamansari, dan lainnya. Sayang, beberapa koleksi khusus di dalam ruang tidak boleh dipotret, seperti sebuah manuskrip Jawa, gamelan, dan tandu putri raja.

Para pengunjung yang hendak melihat pameran Sekaten 2019 di Kraton Yogyakarta-foto-suwandi
Para pengunjung yang hendak melihat pameran Sekaten 2019 di Kraton Yogyakarta-foto-suwandi

Selama pameran berlangsung, banyak pengunjung yang antusias untuk mengetahui lebih dekat benda-benda yang mengisahkan tentang HB I. Apalagi pengunjung di tempat pameran Sekaten ini bisa berfoto dengan para prajurit yang berjaga di berbagai tempat di ruang pameran. Selain itu, pengunjung juga bisa melihat kemegahan Bangsal Sitihinggil (atau Sitinggil) yang dilengkapi dengan Bangsal Manguntur Tangkil dan Bangsal Witono, yang zaman dulu digunakan untuk pisowanan abdi dalem kepada raja.

Para pengunjung melihat koleksi manuskrip Jawa di pameran Sekaten 2019-foto-suwandi
Para pengunjung melihat koleksi manuskrip Jawa di pameran Sekaten 2019-foto-suwandi

Pameran Sekaten 2019 untuk menyemarakkan tradisi Mulud di Keraton Yogyakarta tahun ini begitu lengkap koleksi yang dipamerkan, karena didukung oleh berbagai institusi, seperti Dinas Kebudayaan DIY, Kadipaten Pakualaman, Museum Sonobudoyo, Balai Pelestarian Cagar Budaya DIY, Paheman Memetri Wesi Aji, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY, dan Ikatan Arsitek Indonesia DIY.

Konten Terkait:  Nggrahito dalam Persepsi Perupa Kelompok Cerobong di Tembi

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here