Balai Banjar Sangkring, Bantul, terus membuka ruang bagi perupa muda (18-30 tahun) untuk mempertunjukkan karyanya. Hal ini ditanggapi secara positif oleh para seniman muda. Jumlah pendaftar untuk hal itu setiap tahunnya terus meningkat.

Event Pameran Perupa Muda tahun 2019 yang merupakan event ke-4 ini jumlah pendaftarnya mencapai 350 orang. Sedangkan tahun lalu pendaftarnya 280 orang. Sedangkan pada tahun 2016 jumlah pendaftarnya hanya 100 orang. Angka itu menunjukkan bahwa animo perupa muda untuk berkarya dan menunjukkannya kepada publik terus meningkat.

Untuk tahun 2019 ini pameran perupa muda di Balai Banjar Sangkring memgambil tema PAP (Post a Picture). Post a picture dimaksudkan sebagai sebuah perintah atau instruksi untuk mengirim/meng-upload foto/gambar yang diinginkan oleh lawan bicara. Istilah ini akrab di dunia media sosial.

Hijab a Batleground, mix media on canvas, 50 x 100 cm, karya Fika Khoirunnisa-Foto-A.Sartono
Hijab a Batleground, mix media on canvas, 50 x 100 cm, karya Fika Khoirunnisa-Foto-A.Sartono

Kebiasaan mengunggah foto/gambar sudah dilakukan sejak media sosial bermunculan, dengan tujuan yang beragam. Kemajuan teknologi ini jelas memberikan banyak kemudahan bagi para perupa. Untuk saat ini persoalan pengiriman data, foto, dan lain-lain tinggal tekan tombol sambil minum kopi di rumah. Berbeda dengan zaman dulu di mana karya harus terlebih dulu difoto, dicetak, kemudian dikirim melalui pos yang baru bisa sampai ke alamat dalam beberapa hari kemudian. Setelah itu baru menunggu hasil dari kurasi. Itu pun belum tentu lolos.

Menilai dari Sampul, oil on canvas, 130 x 100 cm, 2018, karya Dewa Gede Suyudana-Foto-A.Sartono
Menilai dari Sampul, oil on canvas, 130 x 100 cm, 2018, karya Dewa Gede Suyudana-Foto-A.Sartono

Kemudahan-kemudahan dari kemajuan teknologi tersebut menandakan representasi zaman bagi perupa saat ini. Tidak adanya batasan dalam mengangkat ide secara sadar maupun tidak memicu berkembangnya karya seni lintas media. Hal itu seperti yang terjadi pada pameran PAP oleh 51 orang perupa muda Yogyakarta di Balai Banjar Sangkring ini. Karya para perupa tersebut terdiri dari foto, grafis, lukisan, instalasi, keramik, kriya, dan patung.

Konten Terkait:  Kecamatan Mlati Pentaskan Puthut Edan Sidolamong

Beberapa karya tersebut menggugah rasa pada lebih dari satu indera sekaligus dengan penggunaan alat, bahan, dan teknik yang diolah sedemikian rupa. Berbagai macam gagasan yang mengalami pembaruan dan perkembangan turut serta menjadikan karya lebih akrab dengan publik. Dengan demikian publik mendapatkan ruang untuk interpretasi melalui berbagai macam perspektif.

My Self Control_Control My Sel, Over Control, charcoal, pencil, watercolor on canvas, 130 x 100 cm, 2019, karya Chandra Rosselinni-Foto-A.Sartono
My Self Control_Control My Sel, Over Control, charcoal, pencil, watercolor on canvas, 130 x 100 cm, 2019, karya Chandra Rosselinni-Foto-A.Sartono

Melalui Pameran perupa Muda #4 ini para perupa yang telah lolos kurasi secara serempak diberi kesempatan untuk menampilkan karya dari proses pengolahan ide kepada publik. Dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih sudah seyogyanya para perupa muda tersebut lebih antusias dalam penciptaan dan publikasi karyanya. Demikian nukilan kuratorial Ryani Silaban atas pameran ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here