Sekaten Yogyakarta 2019 ini sangat berbeda dengan sekaten-sekaten sebelumnya: tidak ada pasar malam. Alun-alun Lor Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat yang selama Sekaten di tahun-tahun lalu ingar bingar karena  digunakan untuk ajang pasar malam dengan berbagai kios/stand, untuk tahun 2019 ini menjadi lebih tenang dan lengang.

Khusus Sekaten 2019 ini diselenggarakan   pameran budaya yang dilaksanakan di Pagelaran dan Sitihinggil Karaton. Raja Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwana X dalam pembukaan Pameran Sekaten 2019, Jumat petang, 1 November menyampaikan bahwa pada masa Wali Kota Yogyakarta yang pertama (Brontokusumo), Sultan Hamengku Buwana IX merestui usulan untuk memeriahkan tradisi Sekaten. Pada masa itu Pemerintah Kota diperkenankan menyelenggarakan Pasar Malam dan perhelatan budaya rakyat di Alun-alun Utara yang merupakan tanah keprabon dalem. Sejak saat itulah Pasar Malam dan gelar kreasi budaya rakyat digelar sebelum hajad dalem Sekaten dilaksanakan.

Salah satu spot foto dalam Sekaten 2019-Foto-A.Sartono
Salah satu spot foto dalam Sekaten 2019-Foto-A.Sartono

Akan tetapi satu dasawarsa terakhir dirasakan bahwa mutu yang diharapkan dari Pasar Malam Sekaten justru terlihat menurun. Oleh karena itu untuk tahun 2019 ini Pasar Malam Sekaten ditiadakan. Absennya Pasar Malam  Sekaten 2019 ini kemudian diisi dengan pameran dan pergelaran seni.

Alasan lainnya adalah bahwa Sekaten dikembalikan kepada kittahnya. Tema besar Sekaten 2019 ini adalah Sri Sultan Hamengku Buwana I: Menghadang Gelombang Menantang Zaman. Penyelenggaraan pameran dan pagelaran seni dilaksanakan mulai tanggal 1-9 November 2019. Pameran dan pagelaran seni ini dilaksanakan di Kagungan Dalem Bangsal Pagelaran dan Kompleks Sitihinggil.

Berkait dengan tema tersebut, maka secara khusus Pameran Sekaten 2019 menampilkan Biografi Sri Sultan Hamengku Buwana I, Peran Sri Sultan Hamengku Buwana I dalam sejarah, Karya Sri Sultan Hamengku Buwana I, Objek terkait Sri Sultan Hamengku Buwana I, Anugerah pahlawan kepada Sri Sultan Hamengku Buwana I. Acara pameran juga dilengkapi dengan Tur Kuratorial,

Konten Terkait:  Lapis Legit, Kue Pembawa Rezeki Imlek
Gambaran salah satu karya seni ciptaan Sri Sultan Hamengku Buwana I dalam Pameran Sekaten 2019-A.Sartono
Gambaran salah satu karya seni ciptaan Sri Sultan Hamengku Buwana I dalam Pameran Sekaten 2019-A.Sartono

Pelatihan Seni dan Lomba Karawitan, Pertunjukan dan Perlombaan Seni, Diskusi Film Budaya dan Workshop Aksara Jawa Digital. Pameran Sekaten dibuka mulai pukul 08.00-21.00 WIB.

Khusus untuk pagerlaran seni Sekaten 2019 menyuguhkan, antara lain Senggana Duta (Sendratari Ramayana), Gita Nirbaya Ayodhya, Dagelan Mataram, Uyon-uyon Gending-gending Mataram, Golek Putri Ayun-ayun, Beksan Perangan Gatutkaca Vs Durjoyo, Pawenang ing Palagan, Tari Golek Bawaraga, Beksan Menak Rengganis Widaninggar, Pethilan Anoman Yaksadewa, Beksan Lawung Kumpeni, Ketawang Gajah Endra-Ladrang Kenceng Kagok Liwung-Gending Lengker, dan Wayang Wong dengan lakon Gandawerdaya yang dipertunjukkan dalam tiga episode dalam tiga malam berturut-turut. Lakon ini diciptakan pada masa Sri Sultan Hamengku Buwana I (1755-1792) dimana naskah aslinya dijarah Inggris dalam peristiwa Geger Sepehi (1812).

Stand (kios) terbatas pada Sekaten 2019-Foto-A.Sartono
Stand (kios) terbatas pada Sekaten 2019-Foto-A.Sartono

Guna menyiapkan dan mengisi acara Sekaten 2019 ini selain penyelenggaraan pameran dan pertunjukan seni juga dilaksanakan kegiatan yang bersifat tradisi, seperti Gladhen Prajurit (27/10), Miyos Gangsa (3/11), Numplak Wajik (7/11), Pembacaan Riwayat Nabi Muhammad-dilanjutkan Kondur Gangsa (9/11), Grebeg Mulud dilanjutkan Bedhol Songsong (10/11).

Dari keseluruhan penyelenggaraan Sekaten 2019 ini tampak bahwa nuansa budayanya jauh lebih kental. Makna Sekaten menjadi lebih mengena oleh karena pengunjung tidak lagi terfokus atau memfokuskan diri pada niatan belanja dan mencari hiburan semata di pasar malam, namun pengunjung diarahkan dan terarah untuk lebih menikmati dan mendalami kesejarahan, kesenian, dan kebudayaan (khususnya Yogyakarta) dengan segala aspeknya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here