Kidung Purnama

0
92

Simfoni Jakarta

Gejolak energi cintamu itu
Adalah esensi tanpa syarat
Pada pagi yang dibungkus dingin
Mereka punya rasa tanpa rupa kata
Melambai bersama nyanyian angin
Kita adalah rindu yang tak berujung
Mengayomi bentangan rahasia waktu
Sekali pun api kemarahan menjelma
Hanya slogan semata di mulut dusta
Cinta dinyatakan matamu dan hatinya
Memecah kebekuan penguasa palsu

2019.

 

Episode Jingga

Rinduku padamu
Adalah lambaian dedauan bakau
Setia menjaga keutuhan mulut muara
Sekalipun Sagara Anakan mendangkal
Hatinya bening menyapa sunyi pagi
Mengemas basah waktu di dermaga
Langit meretas usia gumpalan awan
Melintasi batas sampan yang berbaring
Letih menunggu kepastian cintanya

2019.

 

Senandung Bukit Merapi

Di persinggahan pagi itu
Doa-doa mengurai kabut tebal
Baginya tak ada lagi yang berbeda
Matahari menaburkan hangatnya cinta
Kicau jalak suren merajut hari lengang
Semua hanyalah fatamorgana belaka
Yang mulai meleleh di tebing matamu
Apalah artinya sebuah tebaran kabut
Bila mereka menyulut tungku perapian
Hanguslah mimpi panjang cuaca bening
Tak ada satu pun yang menjadinya juara
Sia-sia di antara sisa pohon meranggas
Riuh rendah angin di sela-sela dangau
Melenggang bersama airmata embun
Sunyi pun beranjak mengubur jejak duka
Kaliadem hanya bongkahan batu semata
Begitu hambar ciuman udara siang malam
Lenyap dalam nyanyian rindu di cakrawala

2019.

 

Simfoni Merapi

Ada sejengkal rindu
Di persimpangan waktu
Yang semakin berdebar
Di pusar bumi jantungku
Menggiring derita cuaca
Di alur nafas cerita ibu
Mengolah gejolak rasa
Bersama irama langkah
Melepas nyanyian haru
Yang menjerat mimpiku
Dalam persinggahan pilu

2019.

 

Bersulang Sunyi

Hening tegang membentang
Sehabis sisa nyanyian hujan
Guguran waktu lepas dari mataku
Daun-daun sarikaya menggigil pucat
Terlihat bebatuan bosan menyepi
Dari sepotong halaman rumahmu
Yang menandai musim berganti
Separuh langit abu pecah bergeser
Searah jarum jam di lenganku
Ketika gerak bulan menghampiri
Memberi isyarat jalan pulang

Konten Terkait:  Masuk Masa Peralihan dari Musim Kemarau ke Musim Hujan

2019.

Kidung Purnama, lahir di Ciamis, 03 Januari 1969. Sebagai aktivis Sanggar Sastra Tasik, Komunitas Azan (Art and Culture), Mengelola Sanggar Seni Nuansa SMAN 1 Ciamis. Buku Antologi Puisi Tunggal: SEGELAS ANGGUR BATALIPU, Bandung 2008, Buku Antologi Puisi bersama: NAFAS GUNUNG-Biduk, 1997, ORASI KUE SERABI-GKT, 2001, 6 PENYAIR MEMBENTUR TEMBOK-SST, 2002, MUKTAMAR PENYAIR JABAR-SST-2003, POLIGAMI-SST, 2003, KATIGA DI TATAR GALUH, Ciamis 2007. PARA KEKASIHK – Kal.Sel 2011, BETERNAK PENYAIR-Semarang 2011, CINTA GUGATJakarta 2013, INDONESIA DALAM TITIK 13, Pekalongan 2013, PUISI MENOLAK KORUPSI,Jilid 1, 2a–2b-Surakarta 2013, DARI DAM SENGON MENUJU JEMBATAN PANENGEL, Kudus 2013, PUISI MPU VII – Banten 2013, BELANTARA PUISI LINGKUNGAN INDONESIA-Kal. Sel. 2014, DUKA GAZA DUKA KITA, Magelang 2014 , SANG PENEROKA, Yogjakarta 2014, MEMO UNTUK PRESIDEN, Surakarta 2014, MERANGKAI DAMAI, Magelang 2015. ENSIKLOPEGILA KORUPTOR PMK Jilid 4 Surakarta 2015, MEMO UNTUK WAKIL RAKYAT, Surakarta 2015, KATA COOKIES PADA MUSIM, Blitar 2015, MEMANDANG BEKASI, Bekasi 2015, MEMO ANTI TERORIS, Surakarta 2016, TIFA NUSANTARA 3–Marahaban 2016. Kumpulan Puisi KOPI 1.550 mdpl., Jakarta 2016. KAMANDATU, Magelang 2017, BUNGA RAMPAI PMK, Solo 2017, APA DAN SIAPA PENYAIR INDONESIA, Jakarta 2017., RUANG TAK LAGI RUANG, Tegal 2017, THE FIRST DROF OF RAIN, Banjarbaru 2017, TIFA NUSANTARA- 2018. ,MENJEMPUT RINDU DI TAMAN MALUKU, Semarang 2018.,10 TAHUN SASTRA REBOAN, Jakarta 2018, RISALAH API, Jogjakarta 2019

Alamat: Jalan Bojonghuni No. 16 Kode Pos 46214 Ciamis Jawa Barat–Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here