Siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Pandak, Bantul, Yogyakarta, mementaskan ketoprak pada Sabtu 26 Oktober 2019, gedung olah raga sekolah tersebut. Para pelajar itu belajar pertunjukan ketoprak di Sanggar Sastra Mangir. Tradisi menggelar pertunjukan ketoprak itu sudah dilakukan sejak enam tahun, yang digelar rutin setiap tahun.

Setiap kali hendak mementaskan ketoprak, warga sekitar sekolah itu selalu menunggu-nunggu penampilannya. Pada tahun ini, sekolah itu mengambil lakon “Tumbaling Katresnan”. Pentas ketoprak tersebut disaksikan lebih dari 500 penonton, yang terdiri dari warga dan pelajar.

Ratri sedang mengungkapkan cintanya kepada Rangga-foto-suwandi
Ratri sedang mengungkapkan cintanya kepada Rangga-foto-suwandi

Cerita ketoprak remaja itu masih tetap menampilkan permasalahan yang ngetren di masyarakat. Kali ini lakon ketoprak mengambil tema cinta segi empat (percintaan) dan pemilihan lurah (kekuasaan).

Dikisahkan dalam adegan ketoprak itu, Rangga pemuda pujaan para gadis di Desa Klampis Ngasem, sedih dengan meninggalnya Rengganis, gadis yang menjadi pacarnya. Belum diketahui siapa pembunuhnya. Bahkan Lurah Srunggo (incumbent) dan calon lurah, Pak Jayeng saling menuduh atas meninggalnya Rengganis. Suasana Desa Klampis Ngasem mencekam karena ada pembunuhan misterius saat ada pemilihan lurah.

Para penonton ketoprak pelajar duduk lesehan memadati auditorium sekolah SMKN 1 Pandak Bantul-foto-suwandi
Para penonton ketoprak pelajar duduk lesehan memadati auditorium sekolah SMKN 1 Pandak Bantul-foto-suwandi

Warga pendukung kedua kubu saling curiga. Suasana belum reda, ketika akan terjadi pembunuhan lagi. Kali ini yang hendak dibunuh adalah gadis bernama Ratri, putri Pak Jayeng (calon lurah yang ikut pemilihan). Ratri ternyata juga menjalin cinta dengan Rangga. Untung, sebelum peristiwa pembunuhan terjadi, ia sempat berteriak, sehingga ia lolos dari pembunuhan itu.

Warga berhasil mengepung dan menangkap si pembunuh yang memakai topeng. Setelah ditangkap, pembunuh bertopeng tersebut diserahkan ke Kademangan, di hadapan Demang Prancak. Yang ketika itu Lurah Srunggo dan calon lurah Pak Jayeng juga berada di rumah Demang Prancak. Setelah dibuka topengnya, ternyata ketahuan bahwa yang hendak membunuh Ratri adalah Sunti, gadis kecil yang juga mencintai Rangga, tetapi cintanya dicampakkan oleh Rangga.

Konten Terkait:  Sanggar Sastra Jawa Yogyakarta
Sunti pembunuh Rengganis tertangkap saat hendak membunuh pesaing cinta lainnya yaitu Ratri-foto-suwandi
Sunti pembunuh Rengganis tertangkap saat hendak membunuh pesaing cinta lainnya yaitu Ratri-foto-suwandi

Semua pemain ketoprak adalah para pelajar SMKN 1 Pandak, demikian pula dengan para penabuh gamelan (pengrawit). Adegan demi adegan cukup bagus, walaupun mereka baru belajar bermain ketoprak. Begitu pula dengan bahasa Jawa yang digunakan. Tata cahaya juga bagus. Sayangnya, sound kurang mendukung, sehingga seringkali dialog antartokoh kadang-kadang tidak terdengar oleh penonton. Tepuk tangan sangat meriah ketika pertunjukan usai. Apalagi tontonan di tempat ini tidak dipungut biaya. Kegiatan ini sebagai apresiasi sekolah setempat terhadap budaya Jawa, khususnya kesenian ketoprak.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here