Cat air mungkin menjadi media atau material yang sedemikian akrab, menyatu, dan merasuk ke dalam diri Ho Van Hung yang akrab dipanggil Ho Hung saja. Hal demikian ini dapat dicermati pada keseluruhan karya Ho Hung, yang 22 di antaranya  ia pamerkan di Pendhapa Art Space, Bantul, Yogyakarta, 12-25 Oktober 2019.

Cat di tangannya menjadi sesuatu yang sungguh hidup dan menyatu yang menunjukkan keahliannya. Ho Hung yang lulusan dari Hue University Fine Arts Vietnam ini menyuguhkan karya-karyanya dengan tema Every Day.  Tema ini menyarankan tentang kehidupan keseharian. Hari-hari yang dijalani secara alamiah dalam kehidupan seseorang atau kehidupan Ho Hung sendiri.

Nan Loang (Sunray), watercolor on paper, (56 x 76 cm), karya Ho Van Hung-Foto-A.Sartono
Nan Loang (Sunray), watercolor on paper, (56 x 76 cm), karya Ho Van Hung-Foto-A.Sartono

Apa yang dianggap sebagai biasa ketika kemudian ditampilkan dalam wujud visualisasi lukisan cat air ala Ho Hung menjadi sesuatu yang luar biasa. Tumpukan kayu bakar, gorden kumal, tirai bambu yang sudah using, pagar bambu, seikat jerami, kendaraan roda dua yang sudah tua, kondisi interior kamar yang sederhana, dan lain-lain semuanya menjadi istimewa dalam karya lukisan cat air Ho Hung.

Ho Hung memiliki keahlian dalam mengolah cat air, kekuatan sketsa, kemampuan menguasai perspeksi dan anatomi, kecermatan menempatan bloking, arsiran, sapuan kuas, percampuran warna, dan mengerti benar akan karakter cat air di atas media  berbagai jenis kertas maupun kanvas.

Nang Trongvuon (Sunshine in The Garden) watercolor on paper, (175 x120 cm), karya Ho Van Hung-Foto-A.Sartono
Nang Trongvuon (Sunshine in The Garden) watercolor on paper, (175 x120 cm), karya Ho Van Hung-Foto-A.Sartono

Apa yang kelihatannya sederhana, biasa, bersifat sehari-hari yang ada pada diri dan lingkungan kita bisa menjadi “lain’ dan bahkan demikian memikat ketika ditampilkan melalui karya yang luar biasa. Ho Hung secara tepat menyodorkan hal itu. Gagasannya tidak berangkat dari sesuatu yang jauh, istimewa, fantastis, idealistis, atau bombastis. Itulah kekuatan dan karakter Ho Hung dalam berkarya.

Konten Terkait:  Ragam Gerak Air dan Citra Sunyi dalam Adu Domba # 8
Ngaynang Dep (Beautiful Sunny Day), watercolour on papaer, 56 x 76 xm, karya Ho Van Hung-Foto-A.Sartono
Ngaynang Dep (Beautiful Sunny Day), watercolour on papaer, 56 x 76 xm, karya Ho Van Hung-Foto-A.Sartono

Ho Hung juga merekam tentang apa yang disebut sebagai keseharian di Yogyakarta, yakni “tangkapan”-nya akan sesosok Vespa yang diparkir serta tentang ayam peliharaan di sebuah kampung. Kedua benda itu menginspirasinya untuk mewujud dalam karya lukisanya. Bukan semata-mata kesederhanaan itu sendiri yang ingin disampaikannya, namun sesuatu yang ada di balik semua itu.

Apa yang disebut sebagai sesuatu di balik semua itu bisa berupa jalinan cinta, romantisme, keindahan alam, atau bahkan sesuatu yang menuju kepada kesempurnaan dalam tampilan atau wujud kesederhanaan dan keseharian.

Selain melakukan pameran tunggal di Yogyakarta, Ho Hung juga berbagi ilmu dan pengetahuan dengan mengadakan acara melukis langsung, melukis lanskap Yogyakarta, dan workshop mengenai watercolour technique secara gratis.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here