Berikut ini adalah foto dari Masjid Baiturrahman di Kota Raja (Banda Aceh), yang dimuat dalam buku Woodbury & Page Photographers Java (Leiden: KITLV Press, 1994). Masjid besar yang berusia tua ini pernah rusak karena peperangan di bulan Januari 1874. Gubernur Jenderal JW van Lansberge dalam kunjungannya ke Aceh pada bulan Maret 1877 menyatakan kepada para pemimpin Aceh yang loyal kepada Belanda bahwa ia akan mempromosikan kepada pemerintah kolonial untuk membangun (lagi) Masjid Besar Baiturrahman yang rusak tersebut menjadi baru (seperti semula).

Kemudian masjid yang dibangun (lagi) itu diresmikan pada tanggal 27 Desember 1881. Pada  abad XX bangunan masjid mengalami perluasan dalam beberapa waktu dan akhirnya memiliki lima menara. Foto masjid tersebut dibuat setelah tahun 1881.

Berikutnya adalah foto Masjid Baiturrahman dengan alamat di Ringroad Selatan, tepatnya di Padukuhan Plurugan, DesaTirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, DIY. Masjid ini merupakan bangunan yang dibuat sama atau kembar dengan Masjid Baiturrahman di Banda Aceh (seperti foto lama tersebut).

Miniatur Masjid Baiturrahman Aceh di Bantul dilihat dari sisi timur-Foto-A.Sartono
Miniatur Masjid Baiturrahman Aceh di Bantul dilihat dari sisi timur-Foto-A.Sartono

Masjid Baiturrahman di Kasihan Bantul yang berada tepat di sisi barat utara perempatan ring road selatan atau utara PG Madukismo ini merupakan miniatur dari Masjid Baiturrahman Aceh. Masjid ini merupakan bantuan dari pemerintah dan masyarakat Aceh serta sebagai tanda persahabatan antara Aceh-Yogyakarta.

Seperti diketahui, dalam peristiwa tsunami Aceh 2004 pemerinth warga masyarakat DIY banyak membantu masyarakat Aceh. Oleh karena itu sebagai tanda terima kasih dan persahabatan pemerintah dan masyarakat Aceh memberikan bantuan berupa bangunan masjid yang sama persis bentuk, desain, dan ornamennya dengan Masjid Baiturrahman Aceh.  Bantuan diberikan setelah Yogyakarta (khususnya Bantul) dilanda gempa di tahun 2006. Pembangunan masjid ini dipimpin langsung oleh arsitek dari Aceh.

Konten Terkait:  Kontemporer Kreatif dan Interaktif Ala Duo Siedl/Cao
Miniatur Masjid Baiturrahman Aceh di Bantul dilihat dari arah ring road sealatan-Foto-A.Sartono
Miniatur Masjid Baiturrahman Aceh di Bantul dilihat dari arah ring road sealatan-Foto-A.Sartono

Masjid yang menempati lahan seluas 900 meter persegi ini sepenuhnya dibangun dengan dana dari pemerintah dan rakyat Aceh. Peletakan batu pertama pembangunan masjid dilakukan  oleh Gubernur Aceh waktu itu, yakni Muhammad Nazar. Peletakan batu pertama itu dilaksanakan di tahun 2006. Peresmian masjid dilakukan pada tahun 2010 yang pada waktu itu sedang terjadi erupsi Merapi. Berkait dengan hal itu rencana peresmian masjid yang semula akan dilaksanakan oleh wakil Gubernur Aceh terpaksa batal karerna yang bersangkutan tertahan di Semarang akibat erupsi Merapi.

Miniatur Masjid Baiturrahman Aceh di Bantul dilihat dari lorong tengah-Foto-A.Sartono
Miniatur Masjid Baiturrahman Aceh di Bantul dilihat dari lorong tengah-Foto-A.Sartono

Miniatur Masjid Baiturrahman Aceh di Bantul ini selain digunakan sebagai tempat ibadah seperti masjid-masjid pada umumnya juga sering dipakai untuk sesi foto prewedding, akad nikah, dan persinggahan jemaah yang sedang menempuh perjalanan. Foto lama dan baru tentang Masjid Baiturrahman ini kiranya dapat sedikit mengobati rasa penasaran Anda, terutama  yang belum pernah melihat keindahan arsitektur Masjid Baiturrahman di Aceh.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here