Jakarta Concert Orchestra konsisten setiap tahun membuat konser klasik dengan tujuan memperkenalkan musik klasik kepada masyarakat. Karena, sampai saat ini masih banyak masyarakat beranggapan bahwa musik klasik hanya ditujukan bagi kalangan tertentu.

Melalui konser bertajuk ‘Love, God, and My Home’ Jakarta Concert Orchestra dengan konduktor Avip Priatna, berkolaborasi dengan Giovani Biga, pebiola muda berbakat Indonesia yang telah memenangkan beberapa kompetisi nasional dan internasional,  membawakan karya dua komponis ternama dari zaman romantik, Henryk Wieniawski (Polandia) dan Antonin Dvorak (Cekoslovakia). Konser berlangsung pada Minggu, 6 Oktober 2019, di Usmar Ismail Hall, Jakarta.

Cinta, Tuhan, dan Rumah atau Tanah Air merupakan tiga unsur kehidupan yang sangat melekat di benak kita. Keterikatan manusia dengan ketiga unsur tersebut kemudian diangkat menjadi tema konser klasik ini.

Pertunjukan diawali dengan penampilan sebuah overture “My Home Overture” opus 62/B 125a karya Dvořák; dilanjutkan dengan penampilan solo biola oleh Giovani Biga dalam Violin Concerto no: 2” dalam D minor, op.22 karya Wieniawski, dan akan diakhiri dengan karya Dvořák  “Symphony no: 7” dalam D minor, op. 70 B.141.

 

Antonín Leopold Dvořák lahir di Cekoslovakia tahun 1841 dan wafat tahun 1904. Ia sering memasukkan ritme dan aspek-aspek dari musik rakyat Moravia dan Bohemia ke dalam karyanya. Overture “My Home” adalah karya Dvořák yang diciptakannya untuk sebuah pagelaran teater patriotik dalam rangka memperingati seorang penulis dan aktor drama Cekoslovakia ternama Josef Kajetán Tyl tahun 1882.

Giovani Biga Pebiola Berbakat Indonesia foto - Image Dynamic
Giovani Biga Pebiola Berbakat Indonesia foto – Image Dynamic

Komposisi ini diangkat dari sebuah sajak karya Josef Tyl yang digubah menjadi lagu oleh František Škroup tahun 1834  berjudul ”Kdo domov můj” atau  Where is My Home. Lagu ini telah menjadi lagu kebangsaan informal nasional Czech. Dvořák memasukkan melodi lagu ini ke dalam overture-nya, dan menampilkannya kembali pada bagian coda di akhir lagu. “Kdo domov můj” menjadi lagu kebangsaan Czechoslovakia sejak tahun 1918, dan saat ini tetap menjadi lagu kebangsaan Republik Czech.

Henryk Wieniawski lahir di Lublin,  Polandia, tahun 1835 dan wafat tahun 1880. Bakatnya dalam bermain biola sudah terlihat sejak kecil. Pada usia 9 tahun ia diterima di Paris Conservatoire. Setelah lulus, ia melakukan tour dan membuat banyak resital.

Konten Terkait:  Pemicu Kreativitas Seni Kriya dalam Reload dan Kriya Awards

Violin Concerto no : 2 dalam D minor Op. 22 ini telah mulai diciptakannya di tahun 1856, tetapi penampilan perdananya baru dilakukan tanggal 27 November 1862 ketika ia memainkannya di St Petersburg dengan konduktor Anton Rubinstein.

Karya Wieniawski ini merupakan salah satu konserto biola yang paling populer di zaman romantik dan dianggap sebagai karyanya yang terbaik, sangat berkesan karena melodi dan harmoninya yang mengalir dan menarik.

Symphony No 7 dalam D minor Op.70, B.141 diselesaikan oleh Dvorak tanggal 17 Maret 1885 dan ditampilkan pertama kali tanggal 22 Aprill 1885 di St. James Hall , London. Komposisi yang terdiri dari empat bagian ini  bersama dengan Simfoni No. 8 dan No. 9 , dianggap sebagai cerminan masa keemasan Dvorak. John Clapham, seorang pengamat spesialis karya Dvorak mengatakan bahwa Simfoni No. 7 adalah simfoninya yang terbesar.

Konser Klasik 'Love, God and My Home' oleh Jakarta Concert Orchestra foto - Image Dynamics
Konser Klasik ‘Love, God and My Home’ oleh Jakarta Concert Orchestra foto – Image Dynamics

Dalam membuat karya ini, yang ada dalam pikiran Dvořák  adalah Cinta, Tuhan dan Tanah Air atau rumahnya. Bagian-bagian dalam simfoni ini dimulai dengan ketenangan dan kedamaian, tetapi juga terdapat pergolakan dan ketidakpastian di dalamnya. Dalam konser ini, Giovani Biga, memainkan bagian solo dari Violin Concerto no : 2 dalam D minor Op. 22 karya Wieniawski

Renitasari Adrian selaku Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation mengatakan JCO menjadi satu-satunya orkestra di Indonesia yang berhasil membawakan repertoar lintas zaman dan lintas gaya dengan hasil yang gemilang.

“Selain membawakan karya musik orkestra standar seperti overture, simfoni, konserto, simfoni puitis, dan simfoni vokal, JCO juga beberapa kali mementaskan opera secara lengkap. Di bawah arahan direktur musik dan pengaba Avip Priatna, JCO menjadi orkestra senior yang mumpuni dan disegani pecinta musik klasik di Indonesia,” ujarnya.

Jakarta Concert Orchestra Dibawah Pimpinan Avip Priatna foto - Image Dynamic
Jakarta Concert Orchestra Dibawah Pimpinan Avip Priatna foto – Image Dynamic

Avip Priatna berharap konser klasik seperti ini akan terus ada dan diperkenalkan kepada masyarakat lebih luas lagi. “Konser Love, God, and My Home ini bertujuan untuk memperkenalkan musik klasik kepada masyarakat, melalui konser ini, kami bersama Giovani Biga ingin ke depannya semakin banyak masyarakat terutama generasi muda yang tertarik untuk mendengarkan maupun mempelajari musik klasik,” ujar Direktur Musik The Resonanz Music Studio ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here