Pekan Seni Grafis Yogyakarta (PSGY) 2019 memamerkan  83 karya yang melibatkan 62 seniman grafis dari seluruh Indonesia. Selain itu PSGY 2019 yang digelar di Museum Sonobudoyo juga memiliki banyak agenda, di antaranya workshop yaitu Mokuhanga oleh Miracle Print Studio, Lino Cut oleh Deni Rahman, Pembuatan Kertas oleh Devy Ferdiyanto, Sablon oleh Mata Tikus, Relief Print Anak oleh Theresia A. Sitompul, Relief Wax oleh Arwin Hidayat, Kitchen Litho oleh Adi Sundoro dan Restorasi Kertas oleh Eri Sustiyadi, ST MA.

Setelah 14 hari dilaksanakan, akhirnya pada Jumat 27 September 2019 Pekan Seni Grafis Yogyakarta 2019 resmi ditutup. Dimulai dengan sambutan oleh Bambang ‘Toko’ Witjaksono selaku kurator PSGY 2019, acara penutupan pameran yang diselenggarakan oleh Komunitas Grafis Minggiran bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta itu berlangsung dengan lancar.

Pemenang Karya Cukil Battle foto – Dok PGY

Acara penutupan dilanjutkan dengan pengumuman lomba Seni Grafis Anak PSGY 2019 oleh Theresia Agustina Sitompul. Lomba ini berlangsung dengan proses pengumpulan karya para siswa SMA dan SMK mulai tanggal 13 hingga 25 September 2019. Melalui proses seleksi yang ketat, dari sekian banyak karya yang di-submit, terpilihlah 3 orang pemenang, yakni Alya Putri Mezzaluna dari SMA Negeri 7 Yogyakarta sebagai juara satu. Disusul oleh Alfan Hafaz dari SMA Negeri Tirtonirmolo sebagai juara kedua dan Maria Angelita Dian Putri dari Tumbuh High School sebagai juara ketiga. Penyerahan hadiah berupa sertifikat penghargaan dan sejumlah uang pembinaan dilakukan oleh Deni Rahman, salah satu board Grafis Minggiran.

Tidak hanya itu saja, PSGY 2019 juga mengadakan kompetisi Cukil Battle. Babak penyisihan Cukil Battle yang berlangsung pada 21 September 2019 di Museum Sonobudoyo Yogyakarta disambut antusias oleh para peserta lomba. Setelah melalui proses yang seru dan menyenangkan, serta beberapa tahap eliminasi dari para para juri, tersisa empat finalis yang akhirnya maju ke babak Battle Final yang berlangsung pada 27 September 2019.

Konten Terkait:  Konser Klasik “Love, God And My Home” Persembahan Jakarta Concert Orchestra
Pemenang Karya Seni Grafis Remaja 2019 foto – Dok. PGY

Pada babak awal, para peserta berkompetisi untuk membuat karya cukil dengan objek bunga dalam vas dalam waktu 35 menit. Lalu, pada babak terakhir keempat finalis juga diberi waktu 35 menit untuk membuat karya cukil dan mencetaknya dalam media kertas. Setiap 2 finalis mengerjakan objek berbeda yaitu 2 orang sebagai modelnya.

Setelah melalui proses yang ketat, lima orang juri yaitu Drs Andang Suprihadi P MS., Hari Wahyu, A Nawangseto Mahendrapati, Dr Edi Sunaryo dan Martinus Dwi Marianto; akhirnya menentukan para juara Cukil Battle PSGY 2019. Juara pertama diraih oleh Titus Viany Priatama, disusul oleh Angga Sukma Permana pada peringkat kedua dan peringkat ketiga yaitu Putra Eko Prasetyo.

Saat Kegiatan Berlangsung foto – Dok.PGY

Setelah penyerahan hadiah selesai, acara dilanjutkan dengan pidato singkat dari Dra Purwiati. Dalam pidatonya ia menyatakaan bangga terhadap para seniman grafis Yogyakarta yang rupanya terbanyak di seluruh Indonesia. Ia optimis keberlanjutan Pekan Seni Grafis Yogyakarta akan memicu regenerasi dan munculnya seniman grafis di era selanjutnya. Ia juga berharap Indonesia, khususnya Yogyakarta, dapat menjadi pusat karya seni grafis Asia Tenggara.

Secara simbolis, penutupan PSGY 2019 oleh Bambang ‘Toko’ Witjaksono dan Dra Purwiati dengan membuka backdrop utama Pekan Seni Grafis Yogyakarta 2019. Di dalamnya berisi pesan kalimat untuk perjumpaan PSGY selanjutnya.

Pada akhirnya, melalui penyelenggaraan Pekan Seni Grafis Yogyakarta 2019 diharapkan tidak hanya kembali mengingatkan masyarakat akan keberadaan seni grafis dan perannya di tengah masyarakat, tetapi juga dapat menumbuhkan seniman-seninam grafis di era yang akan datang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here