Mengenal Lebih Jauh Kusbini, Seniman Musik Keroncong Indonesia

0
24

Kusbini lahir di Kemlagi, Mojokerto, Jawa Timur, pada tanggal 10 Januari 1906. Kusbini sempat memasuki Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) di Surabaya tetapi tidak selesai. Kusbini justru tamat Sekolah Dagang Surabaya. Saat belajar di sekolah dagang ini Kusbini bergabung dalam grup musik keroncong Jong Indische Stryken Tokkel Orkest (JISTO) pimpinan Subandi, kakak sulungnya. Dapat dikatakan Kusbini belajar musik secara otodidak dan di JISTO ini bakat musiknya semakin terasah.

Kusbini tidak memakai ijazah sekolah dagangnya untuk bekerja, justru setelah tamat ia semakin mantap menekuni kariernya di bidang musik. Untuk menambah pengetahuannya tentang musik, pada tahun 1927-1930 Kusbini mengikuti pendidikan musik umum (Algemen Muziekleer) pada sekolah musik “Apollo” di Malang. Gurunya Kitty Ament dan M. Mierop, yang kemudian menjadi guru biola Kusbini. Biolalah yang menjadi alat musik kesayangan Kusbini, walaupun Kusbini juga menguasai alat musik lain.

Selesai pendidikan musik, Kusbini kembali ke Surabaya, tetapi tidak lagi bergabung pada JISTO. Saat itu bakat dan kemampuan Kusbini benar-benar berkembang. Kusbini menguasai berbagai alat musik dan pandai menyanyikan lagu-lagu dari berbagai aliran (keroncong, pop, gambus, hawaian), sekaligus menjadi pencipta lagu. Tetapi keronconglah yang lebih menarik minatnya.

Karya dan nama Kusbini semakin dikenal setelah mengisi siaran musik di radio Nederlandsch Indische Radio Omroep Masstchapij (NIROM) dan Chineese en Inheemse Radio Luisteraars Vereniging Oost Java (CIRVO) di Surabaya. Lagu ‘Kewajiban Manusia’ adalah lagu keroncong yang diciptakan pertama kali dan dimainkan di muka corong NIROM. Pemain musik ada 27 orang, padahal keroncong biasa hanya 7 orang. Ini berarti Kusbini telah melakukan suatu pembaharuan dalam bermusik. Acara ini menuai sukses.

Konten Terkait:  Sendang Wurung Pernah Digunakan oleh Pangeran Diponegoro

Selain menjadi pemusik dan penyanyi di beberapa grup musik dengan kesibukan yang padat, Kusbini masih sempat mendirikan orkes modern The Melody Band yang dipimpinnya sendiri. Grup musik ini dirancang oleh Kusbini sebagai band yang paling modern di Surabaya. Memiliki grup sendiri dan sekaligus menjadi pemimpin, memudahkan baginya untuk memilih lagu sendiri serta mengaransemennya.

Pada tahun 1935-1942, Kusbini menjalani profesi yang beragam tetapi semua berbasis musik. Yaitu pemain musik, penyanyi, pencipta lagu, penggubah lagu, pemimpin orkes bahkan pemain film. Lagu-lagu ciptaan Kusbini antara lain Bersatu, Fajar, Merdeka, Cinta pada Tanah Air. Dan yang sangat terkenal adalah lagu Bagimu Negeri. Sedang film yang pernah dibintangi berjudul Jantung Hati.

Pada tahun 1948 Kusbini pindah ke Yogyakarta untuk memenuhi permintaan Bung Karno, yaitu menjadi anggota panitya lagu “Indonesia Raya”. Kusbini kemudian memutuskan untuk menetap di Yogyakarta. Untuk mengembangkan musik, Kusbini mendirikan Sanggar Olah Seni Indonesia (SOSI) di rumahnya Jalan Pengok no. 29, Yogyakarta. Lembaga ini mengutamakan bidang musik baik teori maupun praktik. Pelajaran alat musik, vokal, harmoni, dan komposisi diajarkan penuh disiplin. Lembaga menghasilkan banyak lulusan yang benar-benar menguasai musik.

Kusbini, seniman musik keroncong tiga zaman ini berpulang pada tanggal 30 Maret 1991. Semasa hidupnya berbagai penghargaan telah diterima, bukti bahwa Kusbini adalah seniman musik yang andal dengan berbagai karya dan perjuangannya.

 

Judul : Kusbini. Seniman Musik Keroncong Tiga Zaman
Penulis : Tugas Tri Wahyono, Dwi Ratna Nurhajarini
Penerbit : BPNB, 2018, Yogyakarta
Bahasa : Indonesia
Jumlah halaman : x + 128

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here