Fis Duo merupakan grup band yang didirikan sebagai kecintaan mereka pada Maluku dengan tujuan mempertahankan keaslian musik lokal Maluku serta merekam jejak mereka sebagai anak Maluku yang ingin karyanya didengar khalayak ramai. Pada Minggu, 8 September 2019, bertempat di Auditorium Galeri Indonesia Kaya, mereka menyuguhkan konsep musikalitas pop yang bersentuhan dengan musik etnik khas Maluku.

Selain menyajikan ‘kapata’ (sastra lisan dan nyanyian dalam ritual) yang dikemas dalam musik pop etnik, kali ini Fis Duo berkolaborasi dengan penyair yang sama-sama berasal dari Maluku, Theoresia Rumthe dan Weslly Johannes, membawakan karya sastra bertema Maluku.

Saat tampil setiap personel mengenakan kain tenun Maluku. Dua lagu berjudul ‘Toma’ dan ‘Rindu dan Rumah’ membuka pertunjukan mereka. Selain sastra dan lisan khas Maluku yang diperkenalkan, musik mereka juga sangat kaya dengan instrumen tifa, tahuri, rain stcik, lap steel guitar, violin, dan bass.

Lagu ‘Hikayat Nelayan’ dibuat karena melihat realita wilayah pesisir yang kebanyakan nelayan mulai kehilangan dayungnya. “Ini merupakah keresahan kami sebagai anak pesisir, semoga nelayan di kampung halaman kami bisa terus melaut,” ujar Ferdy Karel Soukotta vokalis grup ini.

Di tengah pertunjukan, Theoresia Rumthe dan Weslly Johannes diundang ke panggung untuk membawakan puisinya diiringi musik dari Fis Duo. Meine Meite dan Rumah Ombak (Padamu Negri) adalah karya yang dibuat tentang bagaimana laut menjadi pengalaman pribadi mereka.

“Karya yang kami bawakan diambil dari buku kami berjudul ‘Rumah Ombak’ yang terbit tahun 2015, berisi harapan kecil namun semoga bisa menjadi arti di dalam hati,” papar Weslly Johannes.

Pertunjukan ditutup dengan Hikayat Dayung Arumbai. Dari awal sampai akhir pertunjukan tampak penonton sangat menikmati tiap karya yang Fis Duo suguhkan. “Semoga pertunjukan ini bisa menghibur, karena kami ingin suara dari Timur ini didengar dan diterima banyak orang, visi misi kami sederhana, kami anak daerah ingin memberikan sesuatu dan kami bisa,’ ujar Ferdy di akhir pertunjukan.

Konten Terkait:  Pasar Keroncong Kotagede 2017, Satu Nuansa Satu Keroncongnya

Fis duo adalah sebuah group band yang terbentuk pada tanggal 2 Desember 2014. Terdiri dari Ferdy Karel Soukotta dan Chrisema Ramayona Latuheru sebagai pencetus awal Fis duo. Kemudian Rico Matahelumual, Yehenka Latuheru, Zifyon Pattinama dan Glenn bersama sepakat menjalani tujuan Fis duo.

Masing-masing personel berasal dari Maluku, yang memiliki berbagai latar belakang berbeda namun memiliki visi dan misi yang sama dalam bermain musik. Mereka berkeinginan menjaga identitas sebagai Maluku dan memakai musik sebagai medianya.

Personel Fis duo sendiri terdiri dari beberapa mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) di Yogyakarta yang mendalami jurusan Etnomusikologi, Pop Jazz dan Magister Pengkajian musik. (*)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here