Paguyuban Sastrawan Jawa Bantul (PSJB) Paramarta yang berdiri pada akhir tahun 2017, belum lama ini  kembali menerbitkan buku antologi geguritan (puisi Jawa) yang diberi judul “Bantul Sajroning Gurit”. Buku ini merupakan terbitan yang kedua, buku sebelumnya berjudul “Angin Semilir saka Pesisir Kidul”.

Peluncuran buku kedua diselenggarakan bersamaan dengan rangkaian kegiatan Lomba Geguritan untuk siswa SD, SMP, SMA, dan sederajat yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Bantul pada Sabtu, 31 Agustus 2019 bertempat di gedung Kompleks II Kantor Pemda Bantul. Hadir dalam peluncuran buku tersebut, antara lain Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Bantul yakni Nugroho Eko Setyanto, S.Sos., M.M., Ketua PSJB Paramarta Bantul yakni Bambang Nugroho, dan segenap para sastrawan Jawa Bantul. Bahkan, Kadisbud berkenan membacakan sebuah geguritan berjudul “Panyuwunku” karya Arum Sutarsih.

Terbitnya buku antologi geguritan “Bantul Sajroning Gurit” ini tidak terlepas dari kerja sama antara PSJB Bantul dengan Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul. Buku antologi geguritan berjumlah 108 halaman ini menghimpun karya dari 41 pengarang. Setiap pengarang menulis 2-4 geguritan, sehingga terkumpul lebih dari 100 geguritan.

Penyerahan buku antologi geguritan sastrawan Bantul dari Kadisbud Bantul (kiri) ke perwakilan pengarang (kanan)-foto-Disbud Bantul

Profesi pengarang bermacam-macam, mulai dari guru, pensiunan, sastrawan, pegawai swasta, dan lainnya. Semua karangan mengisahkan tentang Bantul, baik dari sisi ekonomi, alam, budaya, tradisi, profesi, kesenian, dan lainnya. Setelah karangan terkumpul kemudian dicetak dan diterbitkan oleh Dinas Kebudayaan Bantul dari Dana Keistimewaan (Danais) DIY.

Pada saat peluncuran buku antologi geguritan, selain diisi dengan pembacaan geguritan oleh perwakilan tamu undangan, juga diisi dengan penyerahan buku antologi dari Kadisbud kepada salah satu pengarang, yaitu Sahari. Kadisbud Bantul sangat mengapresiasi atas terbitnya buku antologi geguritan ini, sebab bisa ikut melestarikan bahasa dan sastra Jawa di Kabupaten Bantul. Selain itu, Nugroho Eko Setyanto juga bangga karena paguyuban PSJB Paramarta Bantul terus menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu komunitas yang aktif di Kabupaten Bantul. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here