Ini Rujukan untuk Mengenal Ragam Bahasa Indonesia

0
11

Bahasa, masyarakat, dan budaya adalah tiga entitas yang saling berkaitan dalam eksistensinya. Setiap entitas sesungguhnya menjadi prevoir (penanda pengingat) bagi entitas-entitas lainnya. Bahasa selalu menjadi penanda bagi kehadiran budaya, dan masyarakat yang menjadi wadahnya. Penanda itu dapat ditemukan melalui kata dan frasa dalam kebahasaan. Bahasa adalah penanda keadaan perkembangan budaya dan masyarakatnya.

Bahasa Indonesia adalah cermin bagi bangsa Indonesia, sekaligus penanda budaya serta masyarakat Indonesia. Sikap masyarakat Indonesia dalam berbahasa adalah penentu utama perilaku dalam aktivitas berbahasa. Citra diri seseorang akan jelas kelihatan dari pilihan bahasa yang digunakan.

Dalam keseharian bahasa Indonesia selalu bersinggungan dengan bahasa lain, baik bahasa daerah yang terdapat di Indonesia sendiri maupun bahasa asing dari luar Indonesia. Hal ini menjadikan bahasa Indonesia penuh dinamika. Bahasa yang hidup memang selalu berdinamika, bertendensi untuk berubah wujud dari bentuk tertentu ke bentuk lainnya yang cenderung baru. Dinamika ini terjadi karena ada kreativitas inovatif ( menemukan) dan kreativitas generatif (membangkitkan) dari manusia sebagai penggunanya. Salah satu tujuannya adalah untuk lebih memudahkan ketika berkomunikasi dengan pihak lain.

Bahasa-bahasa daerah di Indonesia kaya dengan ungkapan-ungkapan khas dan bentuk-bentuk kebahasaaan tertentu. Kekayaan ini dapat digunakan sebagai salah satu sumber pengayaan dan pengembangan bahasa Indonesia. Jika tidak ditemukan barulah memakai sumber dari luar.

Sikap berbahasa yang baik dan benar adalah salah satu cara menjaga bahasa Indonesia. Tanpa sikap tersebut mustahil bahasa Indonesia bertahan dalam arus global. Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah penanda budaya dan masyarakat Indonesia yang kukuh. Demikian pula sebaliknya.

Tetapi dalam keseharian memang banyak ditemukan penggunaan bahasa yang beraneka ragam. Sehingga ada istilah ragam bahasa Indonesia yang baku dan tidak baku, resmi dan tidak resmi. Baik itu dalam bentuk lisan maupun tulis. Menurut penulis buku ini, tidaklah masalah asalkan penggunaannya sesuai tempat dan waktu. Jadi ragam bahasa digunakan sesuai kebutuhan. Dan dalam buku ini penulis banyak memberikan contoh ragam bahasa yang tidak baku dan tidak resmi, tetapi banyak digunakan. Dan juga cara-cara menyikapinya.

 

Judul : Bahasa prevoir Budaya. Catatan Unik & Aktual ihwal Masalah-masalah Kebahasaan
Penulis : Dr. R. Kunjana Rahardi, M.Hum
Penerbit : Pinus, 2009, Yogyakarta
Bahasa : Indonesia
Jumlah halaman : 212

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here