Gus Fuad adalah pimpinan Pondok Pesantren Rhoudul Fatihah, Pleret, Bantul, Yogyakarta. Selain dikenal sebagai seorang kyai, ia juga seorang seniman yang menggunakan media seni sebagai sarana dakwahnya.

Gus Fuad menulis buku, melukis, juga menggeluti dunia musik untuk media dakwah. Ia membentuk Rofa Band yang mengintepretasi sholawat lewat teks dan syair lagu karangannya. Hingga saat ini ada 25 lagu yang diciptakan, semuanya berlandaskan pada pemahaman tentang sholawat.

Festival Band Sholawat (FBS) FBS 2019 ini digagas oleh Rofa Enterprise sebagai program seni bagi para musisi yang tergabung dalam kelompok pengajian bernama “Mujahid Musik” asuhan Gus Fuad.

Ajang final Festival Band Sholawat 2019 ini digelar pada Kamis, 29 Agustus 2019 di Concert Hall, Taman Budaya Yogyakarta. Ada penampilan 9 band finalis yang telah lolos babak seleksi. Di festival ini, para peserta festival band diwajibkan memainkan lagu-lagu dari Rofa. Mereka membawakan lagu- lagu tersebut sesuai dengan jenis musik, format, dan karakter masing-masing. Hal ini untuk memicu kreativitas musikal dalam komposisi dan aransemen lagu, sekaligus menitipkan pesan cinta secara general melalui lirik-lirik lagu tersebut. Grup band yang lolos ke babak final adalah: Heaven, Maenduyo, PAC, Sunan, Remaja Senyum, Elkhis, MOG, Nikami & Nuanza.

Keramaian Festival Band Sholawat 2019 foto – Fndkbl

Para musisi muda ini mengungkapkan makna dari lirik-lirik lagu sholawat dalam bentuk aransemen musik dan ekspresi sesuai dengan gaya dan karakter masing-masing. Ada yang dengan sangat percaya diri membongkar lagu aslinya dan menata ulang komposisi musiknya hingga benar-benar berbeda namun segar.

Ada juga yang hanya memoles dan menitipkan sedikit karakter musikalitasnya ke dalam lagu tersebut. Dewan juri tetap mengacu pada beberapa aspek penilaian yang memiliki bobot kreatif dan kemampuan musikal sebagai tolok ukur penilaian mereka.

Konten Terkait:  Landung Simatupang di Antara Penyair Bulaksumur

Akhirnya para juri memutuskan pemenangnya dimulai dari juara ketiga yang diraih oleh MOG, grup ini menyabet dua gelar best player, keyboard, dan bass. Grup yang terdiri dari remaja usia belasan tahun itu cukup mencuri perhatian dengan memainkan gaya musik jazz rock dan fusion.

Festival Band Sholawat 2019 foto – Fndkbl

Juara kedua diperoleh Remaja Senyum, dengan personel yang merupakan para mahasiswa ini dianggap mampu membius penonton dan dewan juri dengan komposisi musik progresif rock. Grup ini juga menyabet gelar best vocal dan drummer.

Juara pertama diraih oleh Nuanza. Grup asal Semarang ini juga menyabet best gitaris. Juara harapan diberikan kepada grup Nikami serta grup Remaja Senyum menerima gelar juara umum dan mendapat trophy dari Rofa Enteprise.

Acara utama gelaran ini menampilkan Rofa Band dan dibuka dengan happening art dari DGYK (Drum Guyub Yogyakarta) yang beriringan memasuki gedung konser sambil menabuh perangkat perkusi, ditambah para penabuh rebana dalam tetabuhan bernuansa islami. Memasuki gedung yang sudah dipadati penonton, dua penari sufi El-Maqashid menyambut mereka di atas panggung.

ROFA Band Di Festival Band Sholawat foto – Fndkbl

Konser diawali dengan penampilan Keroncong Agawe Sentosa, dan dilanjutkan oleh komunitas Jazz Mben Senen. Kemudian Rofa band yang dihuni banyak musisi Yogyakarta tampil. Mereka juga berkolaborasi dengan Cakka Nuraga dan Langit Sore. Secara mengejutkan, Tomo Widayat, gitaris additional Sheila On7 hadir di atas panggung. Tomo juga dipercaya sebagai music director untuk lagu-lagu Rofa.

Skenario pertunjukan yang dirancang oleh Faiz Wong ini ingin mengatakan bahwa Gus Fuad memaknai dan mengungkapkan pesan kasih sayang tanpa harus terhalang oleh jenis musik, lintas disiplin seni, jenjang usia, bahkan perbedaan keyakinan. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here