Om Wawes adalah band indie yang memilih genre dangdut yang dibentuk akhir 2012. Band ini didirikan oleh pemuda asal Yogyakarta, Dhyen Ganjar alias Gaseng (vokal) dan Tony Kurniawan (drum). Band ini telah merilis 10 single, di antaranya: ‘Sayang’ yang sempat menjadi polemik dengan artis dangdut nasional.

Lagu lainnya adalah; ‘Ilang Roso’, ‘Kebacut Tresno’, ‘Tetep Neng Ati’, dan ‘Penak Konco’ (ft Guyon Waton). Berbeda dengan orkes dangdut kebanyakan, Om Wawes memiliki formulanya sendiri dalam mengusung jenis musik ini, yang paling banyak diminati masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan.

Pada Mei lalu mereka merilis single ‘Dinggo Bukti’ yang berkolaborasi dengan YK Brass Ensemble, sebuah band yang terdiri dari instrumen tiup logam seperti; terompet, trombone, french horn, dan tuba. Kolaborasi unik ini bisa dibilang membawa musik dangdut semakin diperhitungkan dan membawa ke level berikutnya.

Kini, Om Wawes kembali menghibur penggemarnya dan juga menyegarkan jagad musik lewat single ‘Koe Lungo’. “Lagu lama bersemi kembali” mungkin jadi istilah yang cocok untuk single ini.

Art Work Koe Lungo foto – Dok Om Wawes

Sebagaimana single ‘Dinggo Bukti’, di lagu ‘Koe Lungo’ ini Om Wawes sepakat untuk menggabungkan beberapa genre yang berbeda. “Kami sengaja membebaskan semua personel untuk berekspresi dengan idealisme masing-masing. Ya, bisa dibilang lagu ini kita sengaja keluar dari pasar, dan mencoba warna yang baru di khazanah dangdut,” ujar sang vokalis Dhyen Ganjar.

Lagu ‘Koe Lungo’ ini pernah dirilis tahun 2013, dan merupakan single kedua yang dirilis setelah lagu ‘Sayang’. Sebelumnya lagu ini jarang ada yang tahu, mungkin hanya mereka yang mengikuti perjalanan Om Wawes dari awal berdiri.

Kini dengan aransemen yang berbeda jauh dari versi sebelumnya, ‘Koe Lungo’ lahir kembali. Single ini juga sekaligus menjadi pemanasan menjelang peluncuran album perdana yang bakal dirilis awal tahun depan. ‘Koe Lungo’ ini menjadi salah satu track di dalamnya.

Perasaan sedih ketika ditinggal nikah oleh sang mantan, menjadi tema utama lagu ‘Koe Lungo’ ini. Meski lagu ini diangkat dari pengalaman pribadi, tentunya juga banyak orang yang mengalaminya.

Pertunjukan Om Wawes Selalu Ramai foto – Dok Om Wawes

Lirik lagu ‘Koe Lungo’ ditulis oleh Alfian yang juga seorang kru teknisi Om Wawes, sedangkan musiknya diaransemen ulang oleh Seto Tamtomo seorang beatmaker yang juga kawan lama Tony, dan dibantu Om Wawes.

Secara musikal aransemen lagu ini juga menampilkan permainan solo dari masing-masing instrumen musik; gitar, bass, drum, ketipung, dan brass section. Menurut Dhyen, mendaur ulang lagu ini bukan karena tidak ada lagu baru yang ingin disajikan, tapi sebagai pemanasan rilisan album perdana.

Om Wawes terdiri dari; Dhyen Ganjar P (vokal), Toney Kurniawan (drum), Widyo Agung P (keyboard), David Louis (ketipung), Bayu Garnida (gitar). Di lagu ini Om Wawes dibantu additional player; Dibya Imam (bass), Erwanto Cahyo (trombone), Dodi Rahmadi (trompet).

Di album perdana ini, Om Wawes bakal menyajikan 13 lagu, 4 di antaranya adalah lagu lama yang diaransemen ulang, termasuk ‘Koe Lungo’, dan 9 lagu baru yang benar-benar masih fresh, bahkan belum pernah dibawakan di atas panggung.

‘Koe Lungo’ sudah bisa dinikmati di seluruh platform musik digital mulai Sabtu, 31 Agustus 2019. Video lirik dengan konsep animasi juga sudah diunggah di Channel YouTube ‘Om Wawes Official’. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here