Lewat showcaseWhat I Did For Love‘ pada 29 Agustus 2019 di The Soehana Hall, Jakarta, 13 seniman muda dalam progam Indonesia Menuju Broadway menampilkan hasil yang didapat setelah belajar dan berlatih langsung di New York, Amerika Serikat.

Perjalanan 13 seniman muda dan program Ruang Kreatif Indonesia Menuju Broadway yang diusung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation tentulah tidak mudah dan melalui proses yang panjang.

“Sejak 4 tahun lalu kami membuat suatu program bernama Ruang Kreatif. Program itu merupakan suatu ruang yang membuat workshop di antara senior dan junior di bidang seni pertunjukan. Dan setelah melakukan beberapa workshop untuk para pelaku panggung di seni pertunjukan Indonesia, kami melihat animo dari anak muda Indonesia sangat menyukai musikal dan kalo musikal kiblatnya suah pasti, Broadway,” ujar Renitasari Adrian selalu program director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Renitasari juga menceritakan bahwa awalnya ada 672 peserta yang mendaftar lewat website www.indonesiakaya.com untuk program Indoensia Menuju Broadway. Hal ini melebihi ekspektasi dari penyelenggara. Akhinya hanya 243 peserta yang diundang untuk live audition bersama juri-juri dalam bidang seni pertunjukan seperti Ari Tulang, Garin Nugroho, Andrea Miranda, dan Ufa Sofura. Dari 243 peserta, terpilih 70 peserta, dan pada akhirnya 68 orang yang masuk ke dalam tahap selanjutnya.

13 Seniman Muda Terpilih Indonesia Menuju Broadway foto – Image Dynamics.jpg

Sebanyak 68 peserta terpilih kemudian mengikuti pelatihan intensif selama 5 hari bersama 3 orang pengajar dari Students Life dan Passport to Broadway pada 20 – 24 Februari silam di Jakarta. Peserta harus mempelajari dan memahami 250 lembar modul, berisikan 35 lagu Broadway yang semuanya dalam bahasa Inggris.

Di akhir pelatihan, terpilih 16 orang peserta yang akan diberangkatkan ke New York untuk pelatihan intensif bersama ahli dan artis papan atas Broadway. ”Tadinya kita hanya akan memberangkatkan 10 orang ke Broadway. Tetapi karena kita melihat banyak talent yang bagus sehingga kami memutuskan untuk memberikan 16 peserta untuk diberangkatkan ke Broadway,” ujar Renitasari Adrian di showcaseWhat I Did For Love”. Namun karena suatu dan lain hal menjelang keberangkatan, hanya 13 orang peserta yang terpilih.

Renitasari Adrian Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation Membuka Showcase What I Did For Love foto – Image Dynamic.jpg

Selama pelatihan di New york, 13 peserta harus belajar dan berlatih lebih giat lagi. Mereka menampilkan 40 lagu Broadway, dimainkan dalam 3 babak dan 1 orang berperan menjadi 4 karakter berbeda. Kemudian di akhir pelatihan, 13 peserta menampilkan hasilnya dalam pertunjukan yang bertajuk “What I Did For Love” di Symphony Space, New York, Amerika Serikat, pada 12 Juli lalu. Dihadiri oleh talent-talent broadway, pemain dari show-show terkenal seperti Harry Potter, dan juga casting agency. “Mereka semua beri positive comment terhadap talent Indonesia,” jelas Renitasari Adrian.

Sepulang dari New York, tentunya peserta ingin hasil dari pelatihan mereka ditonton oleh kerabat, teman maupun orang-orang di Indonesia. Akhinrya showcaseWhat I Did For Love” kembali ditampilkan untuk diapresiasi pada 29 Agustus 2019. Mereka mengungkapkan harapan lewat diadakan showcase ini. “Semoga kita bisa bikin semua yang nonton terhibur. Semoga ikutan bangga, akhirnya ada orang-orang Indonesia yang bisa (mendapat pelatihan) Broadway,” ujar Adyla Rafa Naura Ayu yang lebih dikenal sebagai Naura, salah satu peserta Indonesia Menuju Broadway.

Selama pertunjukan 60 menit itulah ke-13 peserta multitalenta menampilkan 40 lagu Broadway, di antaranya ialah Getting Married Today (Company), Kander and Ebb’s “We Both Reached For The Gun” (Chicago), Tim Minchin’s “When I Grow Up” (Matilda), Marvin Hamlisch, and Edward Kleban’s “What I Did For Love” (A Chorus Line). Nyanyian mereka didukung dengan koreografi energik serta akting pemain yang ciamik membuat 1 jam pertunjukan yang terdiri dari 3 babak itu tidak berasa. Pantaslah rasanya, 13 orang ini terpilih untuk mendapat pelatihan Broadway di New York dan kembali dengan hasil yang memuaskan.

Usai Pentas What I Did For Love foto – Image Dynamic.jpg

Pada babak akhir pertunjukan, 13 peserta dengan menggunakan batik sebagai ciri khas budaya Indonesia kembali ke atas panggung dan menyanyiak secara acappella lagu “Indonesia Pusaka”. Showcase diakhiri dengan tepuk tangan dan senyuman bangga dari para penonton.

Melihat suksesnya program Indonesia Menuju Broadway, Bakti Budaya Djarum Foundation kemudian memperpanjang kerja sama dengan Students Life dan Passport To Broadway hingga 2021. Hal ini disampaikan oleh Renitasari Adrian, “Kita akan melanjutkan program ini. Kita akan bikinnya per 2 tahun sekali. Karena kita ingin menyiapkan talent-talent yang betul-betul berkualitas”.

Renitasari juga berharap melalui program Ruang Kreatif Indonesia Menuju Broadway bisa memberikan inspirasi untuk anak-anak mudaa. Menurut dia, seni pertunjukan di Indonesia itu punya masa depan dan layak untuk diajadikan pilihan profesi. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here