Sastra Bulan Purnama Tembi Rumah Budaya, yang diselenggarakan secara rutin setiap bulan, tidak hanya bisa dilihat secara langsung di lokasi pertunjukan sastra, tetapi bisa dilihat melalui siaran langsung dari Youtube, sehingga di mana pun Anda berada bisa menikmati Sastra Bulan Purnama.

Tiga cerpenis perempuan, yang cerpennya masuk dalam antologi cerpen ‘Rumah Nin’ dan diluncurkan di Sastra Bulan Purnama 95, Senin, 19 Agustus 2019 di Tembi Rumah Budaya, tidak bisa hadir. Mereka: Endah Raharjo, Yeni Mada, dan Retno Darsi Iswandari, sedang tidak berada di Yogya. Endah Raharjo sedang di Banjarmasin, Yeni Mada memang tinggal di Pontianak dan tidak bisa hadir dalam peluncuran. Retno Darsi Iswandari, tinggal di Australia, dan tidak bisa ke Indonesia dalam waktu relatif cepat.

Sejak pukul 19.00 ketiganya sudah menunggu link Youtube Sastra Bulan Purnama dikirim, tetapi karena dimulai menjelang pukul 20.00 WIB maka link baru bisa dikirim. Celakanya, koneksi di Pontianak lambat, dan akhirnya terputus sehingga Yeni Mada tidak bisa melihat Sastra Bulan Purnama. Dia pasrah dan memilih tidur, Tapi Endah Raharjo di Banjarmasin bisa melihat, karena koneksinya bagus.

Endah Raharjo sedang melihat Sastra Bulan Purnama dari live streaming youtube di Banjarmasin, foto facebook Endah Raharjo.

“Aku pakai wifi hotel, koneksinya banter,” ujar Endah melalui WA dan dia mengirim foto-foto saat dia menikmati Sastra Bulan Purnama di Banjarmasin, yang tentu saja ada selisih waktu dengan Yogya.

Retno, yang tinggal di Australia juga mengikuti Sastra Bulan Purnama sampai tuntas. Konkesi wifi di sana bagus, sehingga ia bisa menikmati Sastra Bulan Purnama sejak dimulai pukul 20.00 WIB, dan waktu di Australia menunjukan angka berbeda.

“Retno, di tempatmu pukul berapa?” tanyaku
“Pukul 23.00, Om Ons,” jawab Retno.

Karena cerpen Retno yang digarap oleh Rieta En bersama komunitas Sugenyi, tampil terakhir, Retno masih terus mengikuti sampai selesai, dan merasa senang cerpennya digarap dalam bentuk dramatic reading.

“Huwaaa shocked aku, syooook!!! Makasih banyak Mbak Rieta dan Mbak, Mas Sugenyi! Muah..muah. Suamiku bangun, katanya suka lagunya,” tulis Retno melalui WA, waktu di Australia menunjuk pukul. 01.16.

Karena Yeni Mada tidak bisa melihat dari Youtube dan memilih tidur, mungkin sambil memendam rasa jengkel. Pagi hari, melalui akun Facebook-nya dia menulis komentar “Merasa sangat tersanjung cerpen sederhana saya dibaca dengan bagus sekali oleh Pak Fathul Wahid, dalam Sastra Bulan Purnama di Tembi, semalam. Sempat menyampaikan rasa terpana ke salah seorang sohib, “Ya ampun, Rektor UII masih muda sekali!”. Kurang beruntungnya, internet saya putus-putus dan akhirnya putus beneran saat pembacaan sebelumnya, saya pun bablas merem sampai subuh. Gembiranya, saya punya sahabat-sahabat yang baik hati dan lucu-lucu, memotokan Pak Fathul saat beraksi, selpi saat nonton live streaming, atau skrinsyut layar Youtube. Dan foto-foto ini terkirim mungkin saat saya sedang mendengkur mimpi ketemu Umbu Dula. Uhuhuhu. Ailopyuuu,” begitulah status Yeni Mada di laman Facebook-nya.

Rosana Hariyanti live streaming youtube, foto facebook Endah Raharjo

Endah Raharjo, yang melihat live streaming Youtube di Banjarmasin berbaik hati terus mengabarkan pada temannya dengan mengirim foto-foto pertunjukan melalui grup WA, yang diberi nama ‘Ons Angel’s‘ dan selalu memberi respon setiap para penampil. Dia merasa takjub, cerpennya dibacakan Nurul Indarti dengan sangat bagus, dan Endah bisa menikmatinya dari tempat jauh.

Rasanya, Sastra Bulan Purnama tidak jauh dari hati pemirsa, meski ada yang merasa kesal. Setidaknya seperti Yeni Mada. Tapi bukan kesal terhadap Sastra Bulan Purnama, melainkan koneksi di Pontianak yang lambat.

Makanya, lain kali, Yeni Mada untuk mengobati patah hati, datang, ya, di Tembi. Sudah lama dirimu tidak mampir Tembi. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here