Tidak banyak masyarakat Jawa yang tahu tentang Wayang Khalifah. Memang wayang itu baru hadir sebatas di Bantul, Yogyakarta. Wayang itu muncul usai diadakan Kongres dan Konferensi Internasional Wayang di Yogyakarta tahun 2013. Media yang digunakan sama, yaitu wayang kulit, namun terutama lebih ke bentuk gunungan, atau sering disebut kekayon.

Penggagas Wayang Khalifah adalah Lutfianto, guru bahasa Jawa di SMAN 1 Pajangan Bantul. Setelah menciptakan Wayang Khalifah, namanya ditambah “Ki” yang biasa disandang oleh seorang dalang. Selain nama “Ki” juga sering digunakan oleh pamong guru di lingkungan Taman Siswa.

Ki Lutfi Caritogomo (tengah) saat bincang-bincang wayang khalifah di galleri Khat Bantul-foto-Suwandi

Lutfianto kemudian lebih kondang dengan sebutan Ki Lutfi Caritogomo. Tambahan nama Caritogomo di belakang namanya, karena Ki Lutfi dalam mengisahkan wayang lebih fokus pada cerita agama Islam. Cerita wayang mengisahkan sahabat-sahabat Nabi (khulafaur rasyidin) serta cerita-cerita lokal yang mengembangkan ajaran Islam, seperti Sunan Kalijaga dan Kyai Pandanarang. Uniknya lagi, semua tokoh diwujudkan dalam bentuk gunungan.

Setiap tokoh wayang namanya ditulis dengan aksara Arab di gunungan tersebut. Hiasan pohon dan kadang-kadang rumah masih dipertahankan. Selain tulisan Arab, pewarnaan latar gunungan juga beraneka ragam, sesuai dengan gagasan penciptanya.

Wayang khalifah dengan nama jimat kalimasada emas yang dipamerkan di galleri Khat Bantul-foto-Suwandi

Walaupun semua tokoh wayang diwujudkan dalam bentuk gunungan, namun untuk orang yang paham wayang bisa membedakan antara bentuk yang satu dengan lain. Apalagi ada ciri khas nama setiap tokoh wayang dalam gunungan tersebut.

Menurut Ki Lutfi Caritogomo, walaupun gagasan membuat wayang ini muncul dari dirinya, namun dalam pembuatan wayang, Ki Lutfi pesan kepada perajin wayang. Bentuk-bentuk Wayang Khalifah bisa dilihat di pameran karyanya yang dipamerkan di Khat Gallery Bantul, akhir bulan Juli lalu, seperti yang diliput oleh kru Tembi. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here