Sebuah pertunjukan teater yang dikemas dalam bentuk monolog berjudul ‘Amir Nasution’ dibawakan dengan apik oleh seorang aktor dan pemain teater Teuku Rifnu Wikana. Bertempat di Auditorium Galeri Indonesia Kaya, Minggu, 11 Agustus 2019, monolog ini bercerita tentang perjalanan seorang pahlawan kehidupan bernama Amir Arsyad Nasution, seorang penyair sastra pantun.

Jauh sebelum menjadi penyair Amir adalah seorang mahasiswa terbaik yang dikirim ke Istana Negara untuk bertemu Presiden Soeharto saat itu, namun karena demi nyawa dan masa depan adik-adiknya ia harus meninggalkan KKN serta meja hijaunya.

Perjalanan hidup Amir diceritakan lewat monolog selama kurang lebih 60 menit, dengan dekorasi ruang sederhana. Teuku Rifnu mampu membawa penonton masuk dalam cerita perjuangan Amir menghidupi tujuh adiknya semenjak ditinggal wafat kedua orangtuanya yang meninggal ditabrak mobil truk.

Tim Monolog Amir Nasution foto – Image Dynamic

Meski penuh perjuangan, Amir dan adik-adiknya akhirnya hidup bahagia. Sedangkan, Amir akhirnya hanya bisa terduduk di kursinya sepanjang hidup akibat stroke serta kebutaan yang dialaminya karena penyakit diabetes, namun bagi Amir ia telah berjuang dan merdeka, sekarang ia tetap Amir yang punya semangat besar dan terus berkarya.

“Amir Nasution merupakan mahasiswa teladan dan berprestasi di kampusnya, namun ia harus meninggalkan kuliahnya demi masa depan ketujuh adiknya. Amir selalu percaya bahwa pantun bisa membesarkan adik-adiknya. Kisah hidup Amir, memberikan saya motivasi untuk tidak berhenti berjuang ketika saya baru pindah ke Jakarta. Hal tersebut membuat saya memutuskan untuk memerankan sosok Amir Nasution dalam monolog ini. Semoga penampilan saya dapat menghibur para penikmat seni,” ujar peraih best aktor Piala Citra 2017 ini.

Teuku Rifnu juga mengatakan Amir sangat berjasa dalam kariernya, saat ia pertama kali merantau ke Jakarta, Amir melarang Teuku Rifnu meminta uang dari orang. Alasanya adalah prinsip bahwa orang seharusnya memberi bukan meminta.

Pertunjukan Teater Monolog ‘Amir Nasution’ oleh Teuku Rifnu Wikana foto – Image Dynamic

Teuku Rifnu mulai menggeluti dunia seni peran di Pematang Siantar sejak berusia 10 tahun. Tahun 2003, Teuku Rifnu juga aktif di beberapa pertunjukan teater di Jakarta. Sudah banyak pertunjukan dan layar lebar yang dijalani, ia pernah beberapa kali mendapatkan penghargaan, Aktor Terbaik, Penulis Naskah Drama Terbaik.

Sudah 49 Film dibintangi oleh Teuku Rifnu Wikana dan mendapat beberapa penghargaan seperti, Best Actor Piala Citra 2017 film (Night Bus) Best Actor IMA 2018, Best Writer Piala Citra 2017 (Night Bus), Best Supporting Aktor FFB 2016 (FTV) dan beberapa kali masuk nominasi di beberapa festival. Kecintaannya pada seni peran dibagikan ketika menjadi pengisi materi dalam workshop: Akting di program Ruang Kreatif di Galeri Indonesia Kaya pada bulan Juni 2019. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here