Bendera Sang Saka Merah Putih yang dikibarkan saat Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 dijahit oleh Fatmawati, istri Ir Soekarno. Saat itu Fatmawati yang tengah hamil tua dan tidak dalam kondisi yang begitu fit menjahit bendera ukuran yang bisa dibilang besar dengan mesin jahit yang dikendalikan dengan tangan.

Selain Fatmawati, banyak tokoh Pahlwan Nasional Perempuan populer lainnya. Seperti contoh RA Kartini, yang semasa hidupnya gigih menegakkan emansipasi wanita agar wanita bisa setara dengan laki-laki. Kartini mendirikan sekolah wanita yang kemudian dinamai Sekolah Kartini. Berkat jasa-jasanya, Presiden Ir Soekarno menetapkan 21 April yang merupakan hari lahir Kartini diperingati sebagai hari besar, Hari Kartini.

Sepeninggalan Kartini, semangat perempuan dalam memperjuangkan hak-haknya terutama dalam bidang pendidikan juga masih berkobar. Kongres Perempuan Indonesia ke-1 diadakan pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta, dihadiri oleh 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera. Hingga pada 1953, tepat pada peringatan ke-25 kongres perempuan, Presiden Soekarno menetapkan tanggal 22 Desember sebagai hari nasional yaitu Hari Ibu.

Konser Salut Perempuan di Galeri Indonesia Kaya foto – Wulan Octaviani

Perempuan juga menjadi inspirasi bagi Sandy Canester dalam menciptakan karya lagu berjudul ‘Salut Perempuan’, yag rilis pada Hari Ibu 22 Desember 2017. Sandy juga turut mengajak gitaris ternama Tohpati. Lantunan lirik-lirik penghormatan kepada perempuan yang dinyanyikan oleh suara khas Sandy diiringi dengan instrumen akustik Tohpati semakin memambah khidmat lagu ini.

Lagu ‘Salut Perempuan’ juga mempunyai cerita unik waktu pertama terpikirkan oleh Sandy. “Salut perempuan itu inspirasinya pada saat gua jalan waktu itu pulang dari studio juga, sekitar jam 1 pagi. Terus di tengah jalan, pas di traffic light bener-bener sepi, kok tiba-tiba saya keinget almarhum ibu saya. Gak tau kenapa, tapi ga mungkin nelpon jam 2 pagi,” cerita Sandy waktu pentas Merah Putih untuk Nusantara di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, 3 Agustus 2019.

Konten Terkait:  Inilah Novel Terakhir dari Trilogi Sapardi Djoko Damono

Sandy kemudian terpikir, tidak terbayang betapa hebatnya sang Ibu dalam berjuang membesarkan Sandy dan menemani hingga ia berkarier. “Perempuan adalah sumber inspirasi buat gua,” kata Sandy.

Sandy Membuat Lagu Tentang Perempuan Hebat foto – Wulan Octaviani

Selain kenangan indah bersama sang Ibu, ada juga kenangan pahit dengan yang menginspirasi Sandy dalam membuat karyanya. Cerita-ceritanya bersama mantan kekasih yang meninggalkan dia justru disikapi positif oleh Sandy. “Jadi, orang yang menyakiti kita pun sebenarnya sedang memberi pelajaran buat kita”.

Salut perempuan juga menjadi theme song di Kiper (Kisah Perempuan Indonesia). Bersama Kiper, kemudian mereka pergi ke berbagai daerah di Indonesia untuk meng-capture perempuan-perempuan yang meskipun dalam keterbatasan tetapi dapat memberikan yang terbaik untuk sekitarnya. Foto-foto perempuan-perempuan hebat inilah yang kemudian diletakkan di video lirik lagu Salut Perempuan.

Lagu itu tidak hanya mengisahkan rasa terima kasih karena sudah melahirkan dan membesarkan manusia. It is more than that. Salut Perempuan menyadarkan bahwa perempuan sangatlah besar jasanya, bahkan sesuai dengan penggalan liriknya sendiri ‘tidak terbayang, bila kamu (perempuan) tidak ada di sini’ Setuju sama Sandy. Terima kasih perempuan. Salut untukmu! (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here