Ngetung Batih Tradisi Masyarakat Dongko

0
45

Dongko adalah suatu kecamatan di wilayah Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur. Masyarakat Dongko mempunyai suatu tradisi yang disebut upacara ngetung batih. Ngetung berarti menghitung, batih berarti anggota keluarga. Jadi ngetung batih berarti menghitung jumlah anggota keluarga, termasuk yang bertempat tinggal di luar Dongko baik yang belum menikah maupun yang sudah menikah. Juga mereka yang sudah meninggal ikut dihitung. Anggota keluarga bagi mereka adalah hal yang penting dan ngetung batih merupakan sarana pemersatu dan perekat kekeluargaan.

Tradisi ini dilaksanakan turun temurun sebagai rasa syukur kepada Tuhan, permohonan atau doa agar senantiasa diberi kesehatan, keselamatan dan rezeki serta memulai tahun baru Jawa (sura, karena upacara ini dilaksanakan pada bulan sura) dengan harapan terlepas dari segala godaan. Ritual atau upacara ngetung batih merupakan ranah privat atau pribadi, diselenggarakan dalam lingkup keluarga. Kepala keluarga bertanggung jawab sebagai penyelenggara dan pemimpin yang mengutarakan segala doa atau permohonan.

Ketika agama Islam masuk ke wilayah Dongko dan dakwah Islam semakin mendalam, terjadi perbedaan pendapat, di satu sisi ada yang ingin tetap memertahankan, di sisi lain ada yang meninggalkan. Yang memertahankan berpendapat, apabila tradisi ini ditiadakan bisa saja terjadi hal-hal yang buruk. Sedangkan yang meninggalkan, beralasan bahwa tradisi ini bertentangan dengan ajaran agama Islam. Akhirnya dicapai kesepakatan, tradisi upacara ngetung batih tetap dilaksanakan, tetapi disesuaikan dengan ajaran Islam. Misalnya makanan dan perlengkapannya tidak lagi untuk persembahan bagi makhluk-makhluk gaib yang dianggap mempunyai kekuatan lebih, tetapi untuk sedekah atau berbagi rej\zeki dengan orang lain. Doa yang digunakan juga berdasarkan ajaran Islam.

Pada akhirnya upacara ngetung batih tidak lagi menjadi ranah privat, tetapi direproduksi menjadi ritual publik dalam skala besar yang melibatkan masyarakat dan aparat pemerintahan. Selain sebagai ungkapan syukur dan doa kepada Tuhan, juga mempunyai tujuan lain. Tujuan tersebut antara lain melestarikan budaya warisan nenek moyang, menghidupkan potensi seni budaya sekaligus wahana bagi seniman untuk berkreasi. Setelah menjadi ritual publik, kesenian memang diberi kesempatan luas untuk tampil. Dan hal ini hanya dapat terlaksana bila ada kerja sama dan rasa persatuan di antara masyarakat, para tokoh (baik tokoh agama, seni budaya dan masyarakat) serta pemerintah.

Konten Terkait:  Kartun Mas Bekel

Judul : Ngetung Batih. Upacara Tradisional pada Masyarakat Dongko
Penulis : Ambar Adrianto, Bambang Hendra Suta Purwana, Ernawati Purwaningsih
Penerbit : BPNB, 2018, Yogyakarta
Bahasa : Indonesia
Jumlah halaman : x + 105

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here