Puncak HUT Paroki Santo Alfonsus de Liguori Nandan, Sinduadi, Mlati Sleman Yogyakarta, pada 1 Agustus, dimeriahkan dengan pentas seni lintas iman. Panggung pementasan berada di lapangan parkir sisi timur gereja. Pentas seni dihadiri dan dimeriahkan tidak saja oleh umat Katolik namun juga umat dari agama lain.

Terasa benar bahwa ‘srawung’ menjadi penting dan memang diperlukan untuk saling menghormati dan menjaga persaudaraan serta kesadaran bersama untuk hidup bersama dalam ruang dan waktu yang sama. Hal ini sejalan pula dengan tema HUT ke-7 Paroki St. Alfonsus Nandan, yakni “Bersaudara dalam Keberagaman Bersatu dalam Kebangsaan”.

Selain dihadiri oleh umat Katolik dan umat lain puncak acara yang juga dimeriahkang dengan pembagian doorprize untuk umum ini juga dihadiri oleh dua romo Paroki St. Alfonsus Nandan, Romo dari Konggregasi CSsR, para frater CSsR, para Bruder Karitas, para suster, dan juga Kepala Desa Sinduadi, Haji Senen Haryanto SE.

Tari Saman dalam HUT ke-7 Paroki St Alfonsus Nandan-Foto-A.Sartono

Kepala Desa H. Senen Haryanto menyampaikan selamat dan apresiasi atas acara ini. Ia berharap semuanya itu menyatukan seluruh umat yang ada di Desa Sinduadi dan semakin meningkatkan kerja sama, bahu-membahu sehingga seluruh warga semakin bersatu satu dengan yang lainnya. Pemerintah Desa (Pemdes) Sinduadi juga berterima kasih kepada umat Katolik di Desa Sinduadi karena telah ikut membangun suasana yang aman dan nyaman serta guyub rukun.

Selama dua tahun terakhir Pemdes Sinduadi juga membuka diri lebar-lebar kepada seluruh umat beragama di Sinduadi untuk menggunakan Balai Desa Sinduadi, dan umat Kristen serta Katolik telah menggunakannya sebanyak dua kali untuk perayaan hari besar mereka. Ke depan Pemdes Sinduadi akan terus membuka diri agar umat beragama lain pun dapat menggunakan Balai Desa Sinduadi dengan kesempatan yang sama.

Kelompok Hadroh dari Pakem berfoto bersama Romo Paroki St Alfonsus Nandan dan Romo Konggregasi Redemtoris-Foto-A.Sartono

Disebutkan pula bahwa selama enam tahun terakhir Pemdes Sinduadi bisa meningkatkan APBDes sebanyak 500 persen yang mencapai sekitar Rp 4 miliar. Pemdes Sinduadi menargetkan bahwa periode berikutnya dapat mencapai angka Rp 24 miliar lebih bagi APBDes-nya. Selain itu pada tahun 2018 Desa Sinduadi ditetapkan sebagai desa mandiri. Kemajuan lainnya adalah bahwa Desa Sinduadi menduduki ranking ke-25 dari 100 desa terbaik di seluruh Indonesia. Sedangkan jumlah desa di seluruh Indonesia adalah 78.000 desa.

Dalam kesempatan itu, Romo Paroki St Alfonsus Nandan yakni Rm Antonius Dodit Haryono Pr juga menyampaikan sambutannya bahwa kita semua berbagi sebagai sesama warga bangsa sambil mensyukuri kemerdekaan RI yang ke-74. Sehubungan dengan hal itu kita diajak terus dan selalu menghidupi semangat Pancasila, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika.

Keroncong dari SD Karitas dal;am Pentas Seni Lintas Iman HUT Paroki St Alfonsus Nandan-Foto-A.Sartono

Rama Dodit juga mengucapkan terima kasihnya yang besar karena telah didukung banyak pihak, baik dari umat Islam, Hindu, maupun Budha. Kiranya hal itu sesuai cita-cita Keuskupan Agung Semarang, yakni mewujudkan peradaban kasih. Semoga pula hal itu sungguh-sungguh membuat kita terus dapat bekerja sama dan berbagi berkat.

Pentas Seni Lintas Iman HUT ke-7 Paroki St Alfonsus Nandan ini diisi dengan pentas Seni Angklung, Tari Janger, Paduan Suara Vihara Karangjati, Keroncong SD Karitas, Tari Saman Putri, Hadroh dari Pakem, Pentas empat orang pastur, Drama Kukejar Jodohku, Joged Maumere (Komunias Frater CSsR). Kemeriahan pementasan seni ini semakin menghangatkan tali silaturhmi antarumat. Pembagian doorprize dan makan bersama juga memererat hubungan persaudaraan tersebut. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here