Museum Tembi Rumah Budaya Yogyakarta kembali ikut menyemarakkan karnaval museum Yogyakarta tahun 2019 yang digelar pada Rabu, 7 Agustus 2019 pukul 14.00—17.00 WIB di Lapangan Denggung Sleman.

Karnaval museum kali ini diselenggarakan dalam rangkaian kegiatan “Gelar Potensi Museum 2019” oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY yang menggandeng museum-museum Yogyakarta yang tergabung dalam organisasi Badan Musyawarah Musea (Barahmus) DIY. Ada 37 museum yang ikut karnaval kali ini, meliputi rumpun seni budaya, sejarah perjuangan, dan ilmu pengetahuan dan pendidikan.

Penampilan dari Museum Bahari yang menggambarkan penguasa lautan-foto-suwandi

Museum Tembi Rumah Budaya dalam karnaval ini mengangkat tema “Hamemayu Hayuning Bawana”. Sebagai museum budaya, Tembi berpijak pada “Masa Lalu Selalu Aktual” dengan beragam wujud etnografi Jawa, baik tangible maupun intangible.

Museum Tembi menampilkan tarian yang menggambarkan semangat Museum Tembi untuk ikut mewujudkan dunia yang lebih baik dan indah, sesuai dengan filosofi budaya Jawa Yogyakarta, Hamemayu Hayuning Bawana. Seorang penari dengan memakai kostum unik yang terbuat dari anyaman bambu yang dirangkai, sebagai sentra penari lainnya. Sementara itu penari-penari cilik lain, membawa properti gunungan, menari meliuk-liuk di depan panggung kehormatan. Para tamu undangan sangat memberi apresiasi kepada penampilan Museum Tembi dengan tepuk tangan yang meriah.

Seorang penari berkostum unik mewakili museum Tembi dalam karnaval museum 2019 di Sleman-foto-suwandi

Selain Museum Tembi, ada tampilan museum-museum lain yang juga sangat menarik dan meriah, di antaranya adalah Museum Wayang Kekayon, Museum Dewantara Kirti Griya, Museum Bahari, Museum Wayang Beber Sekartaji, dan Museum Memorial Jenderal Besar Soeharto. Museum Soeharto menampilkan tarian yang disertai para punakawan: Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong. Mereka bersama-sama menari di hadapan tamu undangan dengan diiringi gending “Gugur Gunung”. Sementara museum-museum perjuangan, kebanyakan menampilkan defile para prajurit dan pejuang di masa perjuangan. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here