Seluk-beluk Silat Banten

0
29

Banten adalah salah satu daerah di mana silat, olah raga beladiri berkembang. Silat merupakan inisiasi ritual bela diri yang mengandung unsur-unsur praktik pertarungan, terapi, tarian, musik dan teater. Sehingga selain menjadi sarana untuk membela diri atau menyerang, silat juga menjadi pertunjukan seni.

Perkembangan silat di Banten banyak dipengaruhi oleh sistem sosial, politik dan budaya yang silih berganti; kerajaan Hindu Budha, kesultanan Islam, jaringan perdagangan dan lain-lain. Hal ini melahirkan silat dengan ciri khas Banten, yang mengandung unsur-unsur etika , budaya dan agama. Di samping itu ada pula ciri khas lokal yang membedakan antara aliran atau perguruan silat yang satu dengan yang lain.

Untuk memasuki perguruan silat diperlukan syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi. Silat Banten banyak melahirkan jawara atau pendekar yang terkenal dan berpengaruh. Banyak dari mereka yang menjadi tokoh masyarakat baik formal maupun nonformal. Keberadaan jawara atau pendekar ini tak jarang dimanfaatkan oleh pemerintah maupun pihak-pihak tertentu. Hal ini terjadi sejak zaman dulu sampai sekarang. Dalam hal ini tentu saja ada imbal baliknya.

Buku ini membahas silat Banten, terutama lima (5) aliran utama yang ada. Yaitu Tjimande Tarikolot Kebun Djeruk Hilir (TTKKDH), Terumbu, Bandrong, Haji Salam dan Ulin Makao. Pembahasannya antara lain meliputi sejarah, karakteristik, struktur organisasi, syarat dan cara-cara menjadi anggota. Juga perjalanan sesepuh pendirinya dan perkembangan perguruan silat tersebut.

Judul : Keyakinan & Kekuatan Seni Bela Diri Silat Banten
Penulis : Gabriel Pacal
Penerbit : Yayasan Pustaka Obor Indonesia + O’ong Maryono Pencak Silat Award,
2016, Jakarta
Bahasa : Indonesia
Jumlah halaman : xxix + 321

Konten Terkait:  Bimasuci: Bakti Anak Kepada Orangtua

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here