Tino Sidin merupakan salah satu tokoh seni lukis di Indonesia yang terkenal pada dekade 1980-an, khususnya di mata anak-anak karena program siarannya di Televisi Republik Indonesia (TVRI) yaitu Gembar Menggambar, sangat digemari anak-anak. Selain sebagai guru gambar yang sangat memotivasi anak-anak untuk senang menggambar, karena tekniknya yang terkenal sederhana, ternyata Tino Sidin juga menghasilkan banyak karya lukis dan buku cerita bergambar. Salah satu lukisannya berjudul “Jaka Tarub”.

Karya lukis berjudul “Jaka Tarub” saat ini tersimpan di Museum Taman Tino Sidin, yang terletak di Jalan Tino Sidin 297, Kadipiro, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul. Bahkan lukisan itu termasuk salah satu karya masterpiece (unggulan) di museum tersebut.

Lukisan berukuran 150 cm x 475 cm itu dilukis oleh Tino Sidin pada tahun 1968, jadi umurnya sudah 51 tahun. Lukisan cat minyak pada kanvas itu, sekarang ini dipamerkan di museum di lantai 2. “Jaka Tarub” adalah cerita rakyat Jawa yang sangat digemari masyarakat. Cerita itu mengangkat tokoh Jaka Tarub bersama dengan istrinya, yang seorang bidadari bernama Dewi Nawangwulan. Walaupun Tino Sidin kelahiran Tebingtinggi, Sumatera Utara, tetapi ia sangat terkesan dengan cerita “Jaka Tarub” sehingga diwujudkan dalan bentuk lukisan.

Beberapa lembar spesimen buku cerita bergambar karya Tino Sidin yang dipamerkan di Museum Tino Sidin Yogyakarta-foto-Suwandi

Selain itu, Tino Sidin juga membuat buku cerita bergambar. Salah satunya berjudul “Harimau Gadungan”. Menurut Tino Sidin, buku cerita bergambar ini diangkat dari cerita yang berkembang di Sumatera Barat.

Pengunjung dari forum museum di Bantul berkunjung ke Museum Tino Sidin Yogyakarta-foto-Suwandi

Buku diterbitkan oleh Firma Hassir, Gedong Olah Raga 1, Jalan Bali, Medan. Beberapa lembar spesimen juga dipamerkan di Museum Taman Tino Sidin. Selain kedua koleksi tersebut, pengunjung bisa melihat-lihat koleksi lainnya yang juga sangat menarik. Rombongan pengunjung yang belum lama ini tertarik dengan Museum Taman Tino Sidin adalah Forum Komunikasi Museum Bantul (FKMB), yang berkunjung ke museum ini sekaligus melakukan silaturahmi dan rapat bulanan. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here