Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan salah satu wilayah dari masyarakat Jawa yang hingga saat ini tetap teguh melestarikan budayanya. Bahkan Yogyakarta termasuk salah satu daerah yang memiliki fisolofi Jawa yang kuat yang tercermin dari bangunan maupun tata nilai budaya Jawa.

Sebut saja tata nilai itu, di antaranya Sumbu Filosofi “Sangkan Paraning Dumadi”, yang digambarkan wujud bangunan Panggung Krapyak–Kraton Yogyakarta—Tugu Golong Gilig (Pal Putih). Juga filosofi lain, seperti Hamemayu Hayuning Bawana, Manunggaling Kawula Gusti, Nyawiji Greget Sengguh Ora Mingkuh, dan lainnya. Semua itu untuk menuju watak “Satriya”.

Agar filosofi-filosofi budaya Jawa Yogyakarta itu juga dipahami dan diaplikasikan oleh warganya, maka Pemerintah DIY melalui Dinas Kebudayaan DIY berkepentingan untuk membumikan nilai-nilai budaya Jawa itu kepada masyarakat. Salah satu langkah adalah menyosialisasikan tata nilai itu ke warga lewat kegiatan “Pengembangan dan Implementasi Nilai-nilai Luhur dalam Masyarakat”.

Tim agen tata nilai budaya Yogyakarta survei ke cagar budaya Panggung Krapyak Yogyakarta-foto-Suwandi

Sementara warga yang menjadi sasaran salah satunya adalah warga dan pengelola Desa Budaya yang ada di DIY, meliputi Kabupaten Bantul, Sleman, Kulonprogo, Gunungkidul, dan Kota Yogyakarta. Mereka mendapat sosialisasi dari Tim Agen Tata Nilai Budaya Jawa Yogyakarta yang dibentuk oleh Dinas Kebudayaan.

Pada bulan Juli ini, Tim Agen Tata Nilai Budaya Jawa Yogyakarta melakukan sosialisasi tata nilai budaya Jawa Yogyakarta ke lima tempat di 1 kota dan 4 kabupaten di DIY. Untuk tanggal 6-7 Juli sosialisasi berlangsung di Kabupaten Bantul, Sleman, dan Kota Yogyakarta. Sementara untuk Kabupaten Gunungkidul dan Kulonprogo berlangsung tanggal 13-14 Juli.

Pelestarian tata nilai budaya Yogyakarta yang dilaksanakan di pendopo cagar budaya Broto Sudarmo Pandak, Bantul-foto-Suwandi

Diharapkan, dari warga yang mendapatkan sosialisasi di Desa Budaya ini nantinya juga menyebarluaskan ke warga lainnya. Semoga sosialisasi tata nilai budaya Jawa Yogyakarta ini ke depannya tetap bisa berlangsung secara kontinyu, sehingga lebih banyak warga yang tahu dengan nilai-nilai filosofi daerahnya sendiri. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here