Ada 12 desa budaya di Kabupaten Bantul yang pada tahun ini kembali diberi kesempatan untuk menampilkan atraksi upacara adat bertempat di Pasar Seni Gabusan, Sewon, Bantul. Acara tersebut diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Bantul dan dikemas dalam kegiatan “Festival Upacara Adat Kabupaten Bantul Tahun 2019, berlangsung tanggal 13-14 Juli 2019 pukul 10.00—16.00 WIB.

Desa-desa budaya yang menampilkan upacara adat, di antaranya adalah Desa Bangunjiwo, Desa Srigading, Desa Trimurti, Desa Seloharjo, Desa Selopamioro, dan Desa Sitimulyo. Mereka menampilkan upacara-upacara adat yang telah rutin dilaksanakan di desanya masing-masing sebagai wujud pelestarian tradisi.

Para niyaga yang mengiringi para penari tayub dalam upacara adat Kabupaten Bantul 2019-foto-suwandi

Upacara-upacara adat yang ditampilkan itu antara lain: Upacara Tradisi Pinuwunan Jawah Gunung Dlongeh, Upacara Tradisi Jumedhuling Mahesa Sura, Upacara Tradisi Ruwahan Napak Tilas Cikal Bakal Kyai Lebur Gangsa, dan Merti Bumi Surocolo.

Gunungan dalam upacara adat diperebutkan oleh para pengunjung di akhir acara dalam festival upacara adat Kabupaten Bantul 2019-foto-suwandi

Salah satu penampil dari Desa Srigading menyajikan upacara tradisi Jumedhuling Mahesa Sura. Para penonton yang memadati arena pertunjukan semakin mengerti dari upacara tradisi yang dipentaskan dari desa tersebut.

Dikisahkan, bahwa upacara tradisi ini mulai digelar semenjak munculnya seekor kerbau hitam yang muncul di malam bulan Suro. Kerbau itu mengamuk di desa tersebut. Namun akhirnya, kerbau itu bisa ditangkap, dijinakkan dan digunakan oleh para petani untuk membajak sawah. Tidak disangka, hasil panen sawah yang dibajak oleh kerbau hitam itu semakin baik dan tambah banyak. Akhirnya para petani sangat senang. Sebagai ungkapan terima kasih kepada Tuhan atas hasil panen yang semakin baik, para petani mengadakan pertunjukan tayub. Hingga ini, setiap malam 1 Suro, desa tersebut selalu melakukan upacara tradisi jumedhuling mahesa sura.

Para penonton sedang menyaksikan salah satu peserta festival upacara adat Kabupaten Bantul 2019-foto-suwandi

Setiap kontingen yang mementaskan upacara tradisi dikemas dalam pertunjukan yang menarik, seperti prosesi upacara dan tarian kolosal yang diiringi gamelan, sehingga menarik bari penonton yang sebagian besar belum pernah melihat upacara tradisi tersebut. Dengan ditampilkan berbagai upacara tradisi ini, diharapkan masyarakat semakin mencintai adat budaya setempat dan ikut melestarikan.

Setelah berlangsung dua hari, maka dewan juri yang terdiri dari para budayawan, seperti Bugiswanto, Purwadmadi, Donny Surya Megananda, Indra Tranggono, dan Ardhani menetapkan para juara. Sebagai juara 1 hingga juara 3 adalah Desa Dlingo, Desa Srigading, dan Desa Sabdodadi. Sementara Juara harapan 1 hingga 3 adalah Desa Triwidadi, Desa Bangunjiwo, dan Desa Selopamioro. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here