Guna memajukan dan mengembangkan kebudayaan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki oleh setiap seniman dan budayawan penerima Penghargaan Anugerah Kebudayaan, maka Drs Subandi Giyanto sebagai salah satu penerima penghargaan itu menyelenggarakan Workshop Lukis Wayang. Subandi Giyanto merupakan salah satu seniman/budaywan Yogyakarta yang menerima Anugerah Budaya 2018 sebagai seniman pelestari tradisi.

Workshop Lukis Wayang tersebut dilaksanakan mulai tanggal 17-20 Juni 2019. Acara dilaksanakan di Rumah Seni Subandi Giyanto, dengan alamat Gendeng RT 16, Desa/Kalurahan Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul.

Workshop Lukis Wayang dibagi dalam beberapa kategori, yakni Kategori Untuk SD (17 Juni 2019), Kategori SMP (18 Juni 2019), dan Kategori SMA/SMK/Umum (19-20 Juni 2019). Setiap kategori diikuti oleh 40 orang. Jadi total peserta mencapai 120 orang. Workshop ini menghadirkan tiga orang narasumber, yakni Drs Subandi Giyanto, Prasetia Pradana SSi, dan Febriantoro. Selain itu, ada pula dua orang asisten/instruktur untuk acara ini, yakni Irawan Wahyu Sejati dan Sarwono.

Contoh hasil Workshop Lukis Kaca Kategori SD-Foto-A.Sartono

Setelah melalui seleksi, hasil karya dari workshop ini rencananya akan dipamerkan oleh Dinas Kebudayaan DIY. Usulan untuk pameran dapat dilakukan dengan pengajuan proposal terlebih dulu. Selain itu Bentara Budaya Yogyakarta pun telah menawarkan atau membuka diri untuk penyelenggaraan pameran atas hasil dari workshop. Karya-karya terseleksi dari hasil workshop tersebut rencananya akan dikoleksi oleh Disbud DIY.

Ada yang unik dan khas dari seni lukis kaca ini, yakni melukis dengan teknik terbalik. Jadi, jika ora melukis tokoh dengan wajah menghadap ke kiri maka setelah selesai lukisan tokoh tersebut menjadi menghadap ke kanan. Demikian seterusnya. Hal itu terjadi karena seseorang yang melukis kaca akan melukiskan atau menorehkan pena dan catnya pada kaca bagian belakang. Sedangkan kaca bagian depan akan menjadi “jendela”/wajah kenampakan lukisan yang dimaksud sekaligus menjadi pelindung bagi material yang digunakan untuk melukis.

Suasana Workshop Lukis Kaca di Studio Subandi Giyanto-Foto-A.Sartono

Menurut Subandi Giyanto (61) pada saat ini seni melukis kaca relatif jarang disentuh/dikerjakan orang. Lebih-lebih oleh perupa/generasi muda. Oleh karena itu, workshop ini menjadi signifikan dan penting untuk kesinambungan seni lukis kaca, khususnya di Yogyakarta. Workshop semacam ini menjadi salah satu cara pewarisan dan pengembangan pengetahuan dan keterampilan olah seni (tradisi) pada generasi muda sebab masa depan seni budaya akan berada di tangan mereka.

Contoh hasil Workshop Lukis Kaca Kategori SMP-Foto-A.Sartono

Subandi Giyanto yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam olah seni tradisi lukis kaca dan tatah sungging wayang yang ditekuninya sejak kelas I SD (1965) menjadi sumber utama bagi para perupa muda yang mengikuti workshop ini. Kiranya pengalaman Subandi Giyanto dapat terus menular kepada generasi muda dan mekar terus di tengah masyarakat.

(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here