Puisi Zen KR. Halil

0
119

Jalan-jalan ke Kota Harapan

Jalan-jalan ke kota harapan
Dimana di pinggir jalan
Terpajang gambar kita
Sebagai sepasang suami-istri di pelaminan
Dan tugu kotanya adalah
Tangan kita yang setia erat berpegangan.

Jalan-jalan ke kota harapan
Di pagi hari, kicau burung ramai
Menyuarakan nama kita bergantian
Di malam harinya, lampu-lampu
Seluruhnya berganti matamu.

Jalan-jalan ke kota harapan
Dimana segala doaku tentangmu
Telah menjadi kenyataan.

Batang-batang, 2019

 

Perempuan Puisi

Engkau adalah keriangan
Muasal baraku membakar duka lara.
Pada wajahmu yang telaga
Aku menaruh dahaga
Saat segala musim
Tiada henti melabur nyeri di sepanjang alir nadi.

Barangkali, renai hujan yang susup ke matamu
Telah menjelma samudera
Mendebur gemuruh paling riuh
Mengantar geletar debar
Menuju pantaiku.

Betapa diksi getir membacamu
Sebab puisi telah kutemukan berdiam
Di sekujur tubuhmuu
Dan kulum senyummu yang ranum
Adalah metafor paling agung

Batang-batang, 2019

 

Kepada Kau

Aku ingin berlayar ke matamu
Lebih jauh lagi
Sebelum lautmu menjaga amarah debur
Menghempasku menuju tepi.

Aku ingin berteduh pada sejuk senyummu
Sampai luruh seluruh pilu di tubuh
Sampai aku-kau tak lagi mengasuh keluh.

Aku ingin mengenalmu lebih pagi
Dari kokok ayam yang membangunkan matahari.

2019

Matahari

Seharusnya tak ada
Yang meminta cahayaku
Sebab inginku
Seluruhnya
Terpancar ke hatimu.

Annuqayah, 2019

Sungai

Aku akan terus mengalir
Sampai kujumpa
Hatimu sebagai hilir.

Annuqayah, 2019

 

Zen KR. Halil, Santri PP. Annuqayah Lubangsa asal Batang yang mulai menyukai puisi sejak berproses di Komunitas Persi. Karyanya pernah dimuat sejumlah media seperti : Galeriseni sastra Pesantrian, Buletin Kompak, Radar Madura, Jejak Publisher, Kabar Madura, Lini Fiksi, Majalah Simalaba, NusantaraNews.co, Tulis.me,Tuban Jogja, Kawaca.com,Suara Merdeka, dll. Dan saat ini turut aktif di RL community dan Komunitas Ngaji Puisi. Buku antologi bersamanya : Tanah Bandungan (FAM:2017), Perempuan yang Tak Layu Merindu Tunas Baru (FAM:2017), Pekerja Kasar Tanjung Luar (TidarMedia:2017), Yang Berlari dalam Kenangan (PERSI:2019).

Konten Terkait:  Puisi Yuditeha

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here