Salah satu lembaga yang dibentuk oleh Pemerintah Hindia Belanda yang hingga kini masih eksis setelah diteruskan oleh Pemerintah Indonesia adalah Purbakala. Walaupun tentu saja dengan perubahan nama. Belanda membentuk lembaga Purbakala yang diberi nama “Oudheidkundige Dienst in Nederlandsch-Indie pada tanggal 14 Juni 1913 dengan mengeluarkan Monument Ordonantie (MO) yang artinya kurang lebih Jawatan Purbakala Hndia Belanda. Pemerintah RI kemudian memasukkan Purbakala dalam No 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Sejak saat itulah, Purbakala Indonesia selalu memeringati Hari Purbakala pada tanggal 14 Juni.

Pada tahun ini, Hari Purbakala diperingati yang ke-106. Peringatan dipusatkan di Museum Sonobudoyo Yogyakarta, dari tanggal 14—19 Juni 2019, dengan tajuk “Festival Purbakala: Heritage Festival, Purba Mileniakala”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh panitia bersama, yaitu Dinas Kebudayaan DIY, Dinas Pariwisata DIY, Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta, Museum Sonobudoyo Yogyakarta, Purba Mileniakala, dan Watukarta Institute.

Pengunjung melihat koleksi museum Sonobudoyo dalam acara festival Purbakala di Yogyakarta-foto-suwandi

Pembukaan Festival Purbakala berlangsung tanggal 14 Juni 2019 di Museum Sonobudoyo, dengan pemberian penghargaan kepada 10 tokoh Pelestari Bangunan Cagar Budaya. Penghargaan diberikan oleh (BPCB) Yogyakarta. Selain itu digelar pameran purbakala di tempat yang sama.

BPCB Yogyakarta menampilkan beberapa foto, termasuk foto pembersihan batu-batu Candi Prambanan yang runtuh tahun 1889. Juga foto pemugaran Candi Siwa Prambanan tahun 1920 oleh Pemerintah Hindia Belanda. Foto lainnya, pemugaran Pesanggrahan Rejawinangun dan pemugaran Bangsal Trajumas Keraton Yogyakarta.

Pengunjung mencoba simulasi batu candi di pameran Purbakala di Sonobudoyo-foto-suwandi

BPCB juga menghadirkan potongan-potongan kayu yang dibentuk seperti batu candi, sebagian disusun berserakan. Pengunjung bisa melakukan simulasi untuk mengembalikan batu-batu candi yang berserakan itu ke susunan semula. Sangat mengasyikkan. Selain itu, di ruang pameran, pengunjung juga bisa melihat koleksi Museum Sonobudoyo.

Suasana pasar purba di acara festival Purbakala museum Sonobudoyo Yogyakarta-foto-suwandi

Selain disemarakkan dengan pameran, ada juga Pasar Purba yang menampilkan berbagai asesoris bernuansa kuno, seperti kaos, tas, gelang, kalung, keris, dan sanggar topeng koran. Pada hari-hari festival juga diisi dengan kegiatan lain, seperti: Puisi Purba, Malam Pengukuhan dan Penghargaan Duta Purbakala, Pagelaran wayang kulit, Diskusi Purba, dan Sekolah Cagar Budaya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here