Adrem yang dikenal juga dengan nama Th*lpit (akronim dari kelamin pria yang terjepit) merupakan salah satu jajanan (kue) khas dari Bantul. Salah satu pengrajin Adrem adalah Ismu Winarti (57) yang beralamat di Wirosutan, Srigading, Sanden, Bantul. Hanya saja Ismu Winarti sudah sejak 2015 tidak lagi memproduksi Adrem karena alasan kesehatannya. Pada tahun 2015 itu pula Pemdes Sanden mengadakan pelatihan membuat Adrem. Kysminah (44) salah seorang yang mengikuti pelatihan itu dan sejak itu mulai memproduksi Adrem di rumahnya, di Piring, Murtigading, Sanden, Bantul.

Menurut cerita Adrem mulai dikenal di wilayah Baros, Sanden, Bantul. Setidaknya nenek Ismu Winarti pernah belajar membuat kue tersebut dari wilayah itu yang kemudian menularkan kemampuannya kepada Ismu Winarti. Tidak diketahui dengan pasti mengapa kue ini dinamakan Adrem. Mengapa pula terkenal dengan nama Th*lpit. Nama Th*lpit mungkin muncul begitu saja karena kue ini bila dicermati wujudnya mirip kantong buah zakar laki-laki.

Kue Adrem yang telah dijepit dan yang sedang digoreng-Foto-A.Sartono

Ada yang yang unik dalam proses pembuatan Adrem ini, yakni dalam cara membentuknya. Mula-mula adonan Adrem dituangkan dalam minyak panas. Ukuran adonan kira-kira satu sendok sayur. Setelah dirasa matang adonan yang masih panas tersebut “dijumput” dengan capit berjari/berjeruji tiga. Jepitan jeruji (sumpit) bermata tiga itulah yang kemudian menekan lembaran kue Adrem yang masih panas dan lembek menjadi berbentuk sedemikian rupa sehingga kemudian muncul nama Th*lpit. Kue yang masih panas tersebut kemudian ditiriskan di atas nyiru (tampah) dengan anyaman yang jarang. Setelah dingin Adrem siap dikemas.

Petunjuk arah menuju lokasi pengrajin Kue Adrem-Foto-A.Sartono

Adonan Adrem dibuat dari tepung beras, sedikit tepung terigu, kelapa parut lembut, vanili, dan gula jawa. Kue ini berwarna cokelat seperti warna gula jawa. Rasa dan aromanya mirip kue cucur. Hanya saja cucur umumnya sedikit liat, sedangkan Adrem liat di bagian pinggirnya namun lunak dan “mempur” (sedikit bertepung) di bagian tengahnya. Adrem sangat cocok dinikmati sebagai teman minum di sore atau pagi hari. Kue ini mungkin tidak dapat ditemukan di tempat lain kecuali di Bantul. Saat ini pusat produksi kue Adrem terdapat di Dusun Piring, Murtigading, Sanden, Bantul.

Satu kemasan Adrem dalam plastik mika umumnya berisi enam butir dan dijual dengan kisaran harga lima-enam ribu rupiah. Adrem tahan dalam waktu tiga hari. Sekalipun demikian, Adrem akan lebih nikmat jika disantap ketika masih dalam kondisi hangat. (*)

PETA LOKASI:

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here