Kotabaru Yogyakarta adalah salah satu daerah yang terbentuk belakangan setelah Keraton Yogyakarta berdiri. Saat ini wilayah tersebut menjadi salah satu kawasan yang masih banyak terdapat gedung-gedung lama yang menjadi warisan budaya.

Nama jalan-jalan di Kotabaru diambilkan dari nama-nama pejuang yang gugur mempertahankan kemerdekaan, seperti Suroto, Juwadi, Supadi, Jalan I Dewa Nyoman Oka, Faridan M Noto, Syuhada, Abu Bakar Ali, dan lain-lain. Mereka adalah para pejuang yang gugur di Kotabaru setelah bertempur melawan Jepang. Setidaknya ada 21 pejuang yang gugur ketika itu.

Suasana jalan Suroto di wilayah Kotabaru yang sangat ramai oleh kendaraan-foto-istimewa

Sayangnya, sebagian generasi muda belum mengerti mengenapa jalan-jalan di Kotabaru itu diberi nama perjuang yang gugur setelah kemerdekaan. Untuk itu, tentunya agar dapat mengenal nama-nama pejuang itu, generasi sekarang bisa belajar dari buku sejarah dan museum-museum di Yogyakarta, terutama museum sejarah perjuangan bangsa. Salah satu museum di Yogyakarta yang merekam perjuangan para pejuang di Kotabaru adalah Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta.

Zona pertempuran di museum Benteng Yogyakarta yang bisa dikunjungi wisatawan-foto-suwandi

Museum yang terletak di Titik Nol Kilometer Yogyakarta tersebut, memiliki banyak koleksi, salah satunya adalah diorama yang mengisahkan “Pertempuran Kotabaru”. Diorama itu ada di ruang Diorama II di gedung sisi utara.

Pertempuran Kotabaru terjadi pada tanggal 7 Oktober 1945 mulai pukul 04.00 pagi. Pertempuran itu terpaksa meletus karena Jepang tidak mau dilucuti senjatanya, setelah kalah perang melawan Sekutu. Hingga akhirnya pukul 10.30, Jepang menyatakan menyerah kepada tentara Indonesia. Namun sayang, tentara kita yang gugur ada 21 orang. Sekarang nama-nama itu diabadikan untuk nama-nama jalan di wilayah Kotabaru. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here