Ken Arok dan istrinya Ken Dedes menjadi cerita klasik Jawa yang hingga saat ini masih sering dipertunjukkan dalam ketoprak Jawa. Cerita Ken Arok yang sangat menarik tersebut berasal dari Jawa Timur. Dalam sejarah, Ken Arok dijelaskan sebagai raja pendiri Kerajaan Tumapel yang kemudian terkenal dengan nama Kerajaan Singasari. Ia sebagai raja pertama yang memerintah di abad 13 Masehi. Cerita Ken Arok selalu dikaitkan dengan keris Empu Gandring yang nantinya untuk membunuh musuh-musuh Ken Arok, salah satunya adalah Tunggul Ametung.

Kisah perjalanan hidup Ken Arok dapat dilacak dalam sebuah naskah kuno yang disebut Serat Pararaton. Serat tersebut artinya kisah raja-raja, terutama raja-raja Singasari dan Majapahit. Serat Pararaton termasuk sebuah naskah kuno masyarakat Jawa yang ditulis dengan menggunakan bahasa Jawa Pertengahan, antara abad 14 hingga 16. Serat tersebut kemudian ditulis ulang dari satu generasi ke generasi selanjutnya.

Halaman sampul serat Pararaton yang mengisahkan cerita Ken Arok-foto-suwandi

Salah satu Serat Pararaton sekarang masih bisa dilacak di Perpustakaan Tembi Rumah Budaya. Buku yang memuat Serat Pararaton tersebut dicetak dalam tulisan dan bahasa Jawa baru, dengan judul “Serat Pararaton”. Penerjemahnya adalah Raden Mas Mangkudimeja. Buku dicetak tahun 1912 (umurnya sekarang sekitar 107 tahun). Percetakan buku ini oleh Firma Papirus (aslinya tertulis: Pirma Papirus) di Betawi (sekarang Jakarta). Tebal buku dengan daftar isi sebanyak 291 halaman. Kisah ditulis dalam bentuk tembang Macapat. Silakan baca detail di Perpustakaan Tembi Rumah Budaya Yogyakarta. (*)

Konten Terkait:  Dua Belas Museum Nasional Menyemarakkan Vredeburg Fair 2017

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here